Penulis: Dr. Sumaryoto Padmodiningrat MM

TRIBUNNEWS.COM-Djoko Soegiarto Tjandra memang sangat sakti. kenapa tidak?

Atas dasar kesaktiannya, ia divonis dua tahun penjara dalam kasus penyuapan, pengalihan atau “penghentian” hak tagih Bank Bali senilai 904 miliar rupiah. Ia telah menjabat di Kantor Menteri Kehakiman sejak 11 tahun Menjadi buronan di tahun 2009, hal ini bisa saja menipu para aparat imigrasi, petugas bandara, petugas yang menunjukkan kartu tanda penduduk elektronik (KTP) atau e-KTP di Desa Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, hingga mereka yang memeriksa ulang permohonan (PK). Pencatatannya ada di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Djoko Tjandra tidak hanya ditipu, tapi juga diduga mendapat fasilitas dan “keistimewaan” atau perlakuan khusus dari berbagai pihak.

Baca: Jaksa Agung Tak Tahu Kewarganegaraan Djoko Tjandra-Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengumumkan Djoko Tjandra tak melanggar “no rules”, sehingga taipan berhak atas KTP elektronik baru dan paspor baru. -Jika Djoko tidak mampu, bagaimana mungkin orang yang telah melarikan diri selama 11 tahun mencurigai bahwa dia telah menerima paspor? Ataukah Papua Nugini mengatakan bahwa Tito tidak kesulitan dan berhak atas KTP dan paspor elektronik baru?

Jika kemampuan Djoko tidak kuat, bagaimana KTP Kepala Satuan Pelayanan (Satpel) Dinas Kependudukan dan Kewarganegaraan (Dukcapil) Desa Grogol Selatan menangani elektronik Djoko? KTP. Kurang dari satu jam?

Jika Djoko tidak mampu, lalu bagaimana bisa hanya mengirimkan foto lama KTP dan Kartu Keluarganya (KK) ke telepon Lurah Grogol Selatan Asep Subah untuk diproses Dokumen identitas.

Bahkan, ia langsung ditemui Lurah Grogol Selatan Asep Subah dan dibawa ke Suku Dinas Dukcapil kota setempat.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *