Penulis: Dr. Sumaryoto Padmodiningrat MM

TRIBUNNEWS.COM- Seperti gurita, kaki Djoko Tjandra kemana-mana. Kepolisian, Kejaksaan Agung, Peradilan dan Mahkamah Agung (MA), Birokrasi, Pengacara, bahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. –Efek Domino– -Kaki gurita sekarang mencoba diamputasi.

“Korban” amputasi pertama adalah anggota birokrasi, yaitu Asseb Sabah, Kepala Desa Kebayoran Lama Grogol Selatan, Jakarta Selatan.

Asep diberhentikan karena mempromosikan pembuatan KTP Djoko Soegiarto Tjandra (KTP) yang namanya sudah terdaftar di KTP baru, yakni Joko Soegiarto Tjandra.

Tentu saja penghapusan ini tidak cukup, namun pelaku kejahatan harus diusut dan buronnya harus dihukum dua tahun penjara atau menghentikan transfer dana dari Bank Bali senilai Rp 904 miliar.

Bagaimana dengan Catovina Tito, Menteri Dalam Negeri?

Lantas, bagaimana dengan kewarganegaraan dan pimpinan KTP yang dikeluarkan di Jakarta bagian selatan, dan Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta? Ditarik? Bagaimana dengan Tuan Tito?

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *