Pengakuan Hadi Tjahjanto, Direktur SETARA Institute, Hendardi-TRIBUNNERS-TNI, bahwa anggotanya terlibat kekerasan di Ciracas dan Pasar Rebo membenarkan adanya dugaan keterlibatan anggota TNI.

Sebelumnya, Dandim 0505 / Jakarta Timur membantah anggota TNI terlibat dalam kasus ini.

Hal itu juga diakui Kepala Staf Angkatan Darat Andika Perkasa (Andika Perkasa), yang mengakui keikutsertaan anggota TNI, sekaligus mengambil tindakan tegas dan menjamin tindakan hukum setiap anggota TNI. TNI dan Polri akan melakukan patroli besar-besaran – Panglima TNI berjanji akan terus memberikan informasi terkait penanganan kasus tersebut, khususnya untuk memastikan aparat yang bersangkutan dipecat dari unit (29/8/2020).

Keputusan itu sepenuhnya keliru Ya, itu berusaha menciptakan efek yang menakutkan agar tidak terulang kembali kekerasan serupa.

Dulu, ketegangan TNI-Polri selalu diselesaikan melalui langkah-langkah yang berarti. Fisik, simbolik dan non struktural, seperti TNI-Polri, senjata antara apel biasa dengan apel lainnya, sama sekali tidak bisa menyelesaikan masalah nyata.

Sekalipun dokumennya sudah cemerlang, begitu pula kepala negara. Tentara telah mengambil langkah positif. Upaya reformasi di tubuh TNI masih diperlukan. Setiap orang sama di depan hukum, terutama anggota TNI yang melakukan tindak pidana umum diadili di pengadilan biasa. -Sebelum merevisi hukum pengadilan militer, Badan Intelijen Nasional Turki dan Pori harus mempertimbangkan kemungkinan mendirikan pengadilan kontak untuk insiden kekerasan yang dilakukan oleh individu. NI didasarkan pada Pasal 89-94 KUHAP dan Pasal 198 (3) UU Peradilan Militer, dan memenuhi ekspektasi publik. .

Sinergi kedua institusi ini hanya terwakili oleh panji-panji elit TNI-Polri dan kedua pimpinan organisasi. Pada saat yang sama, di lapangan, tentara diizinkan untuk terus menggosok.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *