Penyedia: Dr. Anwar Budiman SH MH

TRIBUNNEWS.COM-Orang-orang memperjuangkan keadilan, terutama di ibukota, yang terkait dengan proses penerimaan siswa baru (PPDB).

Usia atau nilai akademis, “keadilan” menghadapi tantangan dalam hal ini.

Pilih satu, umur atau nilai akademis. Pemerintah provinsi DKI di Jakarta lebih suka usia, yang dianggap adil.

Ketika prestasi akademik orang tua tinggi, silakan pilih kinerja akademis, karena ini dianggap adil. Belum lagi memperjuangkan keadilan, keadilan itu sendiri sulit dibangun. Keadilan itu relatif. Sekalipun itu hanya sebuah definisi, keadilan sulit dirumuskan.

Oleh karena itu, menurut para filsuf dan pakar, ada banyak definisi keadilan, dan ternyata definisi-definisi ini berbeda satu sama lain.

Baca: Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator PMK: Masalah klasik masalah PPDB

Intinya, keadilan menempatkan segala sesuatu di tempatnya atau secara proporsional.

Atau mungkin kita dapat menekankan definisi keadilan menurut Franz Magnis Suseno (6 Mei 1936-sekarang), yang menurutnya keadilan adalah sejenis koeksistensi antarpribadi Situasi harus diperlakukan sama sesuai dengan hak dan kewajiban masing-masing. -Tapi itu bagus. Semuanya dimulai dengan sistem partisi PPDB, yang tidak lagi mempertimbangkan nilai akademis, tetapi didasarkan pada wilayah dan usia.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *