Mengingat kehadiran dan perjuangan serta kebencian kami – Penulis: KH. Imam Jazuli, Magister Hukum *

Dalam sistem demokrasi, suara rakyat sangat dihargai. Tidak terkecuali keinginan untuk Aksi Selamatkan Indonesia (WE).

Kehadirannya di arena politik membantu memperkuat peran masyarakat sipil. Bahkan jika kita cenderung memikat. Dari pernyataan massa yang membuat marah hingga masalah PKI yang bebas konteks.

Masuk akal untuk menolak aspek-aspek tertentu dari pernyataan WE. Pandemi Covid-19 telah memaksa semua orang untuk mengisolasi diri.

Hampir semuanya sudah selesai. Bahkan aktivitas ekonomi perlahan bergeser ke dunia digital.

Selain itu, ada masalah politik. Adalah normal bagi kita untuk belajar menghormati norma kesehatan dan memberi tahu publik tentang kebijakan aktual ini di dunia maya.

Keberadaan kami sangat positif. Hak untuk mendirikan asosiasi dilindungi oleh hukum. Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2017 tentang Ormas memastikan bahwa organisasi seperti KAMI dapat menyampaikan keinginannya.

Tentu saja, publik membutuhkan Amerika Serikat sebagai wacana alternatif di luar kekuasaan. Ketika semua ormas besar terhubung dengan kekuasaan, kita bisa berpartisipasi. Ini disebut penguatan masyarakat sipil.

Namun, hak yang dijamin oleh hukum tidak boleh digunakan untuk melanggar hukum dan peraturan lainnya.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *