Penulis: Maulana Zaenal M.I.M

Salam olahraga!

Harap tanyakan sebelumnya. Saya menyampaikan simpati terhadap birokrasi olahraga nasional dan perlakuan tidak adil yang disebabkan oleh Wing Chun Sports sebagai anggota KONI (hanya 1 hari). Ikuti terus agenda rapat. Mulai 25-27 Agustus 2020, Komisi Olahraga Nasional Indonesia (KONI) virtual ini, saya pribadi ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KONI Pusat atas kepemimpinannya yang sangat terorganisir dan cerdas dalam konferensi ini. -Federasi Wing Chun Indonesia (FWCI) Saya dengan tegas mengatakan bahwa satu-satunya induk organisasi Wing Chun di Indonesia terkait dengan induk organisasi dunia, Wing Chun, yaitu Hong Kong Wing Chun Athletic Association (VTAA). VTAA adalah organisasi independen dan tidak dilindungi atau dikendalikan oleh gerakan apa pun.

Sejak awal berdirinya, FWCI telah mandiri dalam penyelenggaraan event-event nasional, seperti sertifikat wasit, juri dan linemen, kejuaraan nasional, pembinaan atlet bahkan event internasional, dan juga dapat mendatangkan atlet ke kompetisi dunia. Semua kegiatan dibiayai dari iuran rutin / iuran siswa dan beberapa donatur (untuk kompetisi nasional).

Sejauh ini, FWCI tidak pernah menerima bantuan pemerintah dan tidak mau bergantung pada pemerintah. Setidaknya FWCI bercita-cita menjadi anggota KONI, hingga tahun 2016 Menpora (saat itu Imam Nahrawi) menerima Pengurus Besar (PB) FWCI dan berkumpul bersama, dan mengabarkan bahwa tiga atlet FWCI berhasil meraih 3 medali emas yang diselenggarakan oleh VTAA Hongkong Kejuaraan Dunia Yongchun.

Pada saat itu, Tn. Menbola tidak mengenal Yongchun sampai kami akhirnya memperkenalkannya kepada Yongchun, dan dia bertanya kepada kami apakah Yongchun telah masuk KONI. tentu saja tidak. Karena saat itu kami belum memahami KONI sebagai forum olahraga nasional.

Kemudian Pak Menpola menginstruksikan FWCI untuk bergabung dengan KONI. Sejak saat itu FWCI bercita-cita menjadi anggota KONI Pusat, dan kami mulai mempelajari informasi tentang persyaratan menjadi anggota KONI Pusat pada tahun 2016.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *