Disediakan oleh: Karyudi Sutajah Putra

TRIBUNNEWS.COM-Indonesia adalah surganya korupsi.

Setelah diisi uang haram, mendapat hukuman ringan, dan diberi prioritas penahanan, hukumannya diringankan.Orang koruptor akhirnya mendapat momen kebebasan.

Baru-baru ini, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menerima kasasi mantan anggota Republik Indonesia dan Presiden PPP Romahurmuziy, yang bermasalah karena membeli perkara korupsi. Dan Kementerian Agama Republik Indonesia untuk dijual.

PT DKI mengurangi hukuman Romahurmuziy menjadi 1 tahun penjara dan denda Rp 100 juta hingga 3 bulan kurungan.

Pada 20 Januari 2020, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis Romi, panggilan akrab Romahurmuziy, 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta serta hukuman 3 bulan penjara. — Baca: Tanggapan KPK Menanggapi Kasus Suap Narapidana Tuntut Kompor Listrik dan Lemari Es-Romi Dihukum Sogok Haris Hasanudin, Mantan Menteri Agama Jawa Timur. Romi menerima suap 325 juta rupee dari Haris dan suap 91.400 juta rupee dari Muafaq. Diperkirakan Romi akan gratis minggu depan.

Indonesia Corruption Watch (ICW) mencontohkan bahwa sepanjang 2019 hukuman bagi para koruptor ringan, rata-rata 2 tahun 7 bulan, hanya sedikit meningkat dibandingkan rata-rata 2018. Itu 2 tahun 5 bulan.

Hasil ini diperoleh ICW dari pendaftaran setidaknya 1.019 kasus korupsi yang disidangkan di berbagai tingkat peradilan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *