Penulis: Liza Dwi Ratna Dewi, Dosen Senior Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budiluhe

TRIBUNNEWS.COM- Kelas menengah dan bawah perkotaan paling rentan terkena pandemi COVID-19 efek domino. , Bekerja dari rumah, e-learning, pembatasan sosial skala besar (PSBB), dan banyak kegiatan ekonomi yang mandek.

Krisis ekonomi sedang terjadi. Dalam waktu singkat, banyak warga perkotaan yang kehilangan pekerjaan sebagai sumber pendapatan. Penghasilan pekerja non-reguler juga sangat rendah, bahkan bisa hilang sama sekali — di depan kampus, sekolah, dan perkantoran menyebutnya sebagai penjual makanan dan minuman. Penjual bakso, es krim cendol, bubur ayam, mie ayam, gorengan, ketoprak, sup kental, buah potong, dll. -Banyak media dan sosial media menginformasikan kepada pemerintah bahwa pemerintah akan memberikan bantuan sembako, yang biasanya berupa beras, minyak goreng, mie instan, dan biskuit.

Pada saat yang sama, faktanya adalah tubuh manusia tidak hanya membutuhkan asupan makanan pokok. Tubuh manusia juga membutuhkan nutrisi sayuran, buah-buahan serta berbagai bumbu dan rempah-rempah untuk membuat makanan menjadi enak dan dipercaya dapat meningkatkan kesehatan dan kekebalan tubuh.

Baca: Ekonom Muda Mengundang Karyawan CEO Delanguru dan Presiden Yokovi Millenium — Artinya, bencana selanjutnya yang akan terjadi dan sudah dimulai adalah perkotaan Kelaparan dan malnutrisi.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *