Laporan riset Institute of Economic Development and Finance (INDEF) -Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Selain ekonomi Indonesia, virus Covid-19 atau pandemi yang biasa dikenal dengan virus Corona di masyarakat semakin banyak menjangkiti masyarakat. Awalnya, dampak ekonomi akibat virus ini hanya menggerus perekonomian luar Indonesia dengan meningkatkan impor banyak produk dari China.

Namun dengan cepatnya virus menyebar sangat luas. , Dan 49 orang meninggal (Covid-19 Information Center, 2020), stabilitas ekonomi juga terpengaruh.

Baca: Apakah Anda stres karena terlalu banyak informasi tentang Corona? Solusinya adalah sebagai berikut: nilai tukar rupee terus turun tajam, dan pasar saham menarik perhatian karena koreksi mendalam pada indeks saham gabungan (IHSG). Dampak virus ini diperkirakan akan menyebar ke seluruh sektor perekonomian sehingga menggerus pertumbuhan ekonomi.

Meski epidemi ini memang akan menurunkan pertumbuhan ekonomi, belum ada upaya cepat yang dilakukan oleh pembuat kebijakan untuk menyelamatkan dunia. Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, optimisme ekonomi tidak akan pernah berlalu. Baru setelah pandemi Covid-19 bisa diatasi, paling tidak menunjukkan tanda-tanda sudah terkendali dan akhirnya teratasi, optimisme dan sentimen ekonomi positif akan muncul. Cara terbaik untuk mengatasi masalah kesehatan ini akan sangat menentukan arah pembangunan ekonomi ke depan.

Baca: Pertamina Desinfektan Terminal Terintegrasi Ring Pertama di Surabaya-Tanpa itu, puluhan langkah stimulus ekonomi pun tampaknya tidak akan mampu menggairahkan perekonomian. INDEF menganalisis dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 dan membuat rekomendasi kebijakan berikut:

1. Isolasi daerah darurat – untuk mencegah penyebaran Covid19 di kelurahan / desa, banyak kasus tindakan positif / ODP / PDP dan sekitarnya Desa akan setidaknya selama dua (dua) minggu ke depan. Menurut kesepakatan ahli epidemiologi, kelurahan yang akan diisolasi ditentukan sesuai dengan batas positif (kepadatan) setiap penduduk.

Warga kelurahan yang menjalani karantina hanya bisa keluar untuk membeli makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya setiap 2-3 hari sekali. Semua daerah harus menggunakan teknologi ramah pembayaran (pekerjaan sehari-hari, pekerja informal, pekerja yang kurang beruntung (terutama yang belum menerima bantuan sosial)) untuk transfer tunai tanpa syarat (terutama yang belum menerima bantuan sosial).

⦁ Berdasarkan data dan informasi yang akurat, pastikan tingkat sosialisasi terendah. Jalan / desa, RT / RW, tokoh masyarakat harus banyak dilibatkan oleh pemerintah kota / bupati. Peran serta organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan dan organisasi lainnya sangat penting.

Baca: Covid-19: Tanggung Jawab Media dan Nilai Ekonomi

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *