Disediakan oleh: Dr. Anwar Budiman SH MH *)

TRIBUNNEWS.COM-Seseorang mencoba merusak Pancasila di Trisila, dan akhirnya mengutak-atik Ekasila: gotong royong!

Quo vadis (ke mana Anda ingin membawanya)? -Pertanyaan ini harus diajukan ke Perwakilan Rakyat Senayan dan pemerintah yang akan membahas Undang-Undang Ideologi Pancasra (RUU HIP).

Pada tanggal 12 Mei 2020, Wakil Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengesahkan UU HIP sebagai usulan usulannya.

RUU ini segera dibahas dengan pemerintah dan disahkan.

Apa saja tanda-tanda kebangkitan komunisme? Pertama, tentang pembubaran Keputusan Partai Komunis Indonesia (PKI) XXV / MPRS / MPRS 1966 No. 1966, manifes mengumumkan bahwa organisasi melarang penggunaan PKI di wilayah Republik Indonesia, dan melarang semua kegiatan yang bertujuan menyebarkan atau menyebarluaskan. Ketika merumuskan HIP RUU ini, pengembangan pemahaman komunisme-Marxisme-Leninisme tidak dipertimbangkan atau dijadikan rujukan.

Baca: Laporan terbaru, kasus COVID Ambon ke-19, 299 pasien positif, 79 sembuh, dan 8 kematian

Baca: Berita terbaru, Jerry Lawalata ditangkap Didefinisikan sebagai tersangka penyalahgunaan obat-obatan: 35 pekerja melaporkan bahwa pabrik Tangerang ditangkap karena Covid-19. Ini fakta-kedua, beberapa orang curiga bahwa ajaran Pancasila telah menjadi Trisila (Tiga sila), dan bahkan Ekasila (satu sila), yaitu “pemerasan.” Saling bekerja sama biasanya berarti pemahaman dan ideologi sosialisme dan komunisme.

Ketiga, “UU HIP” akan membuat sistem konstitusi kita kacau balau.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *