Penulis: Karyono Wibowo (Jakarta, Direktur Eksekutif Indonesia TRIBUNNEWS.COM Institute of Public) – hasil Eurobarometer Presiden India Soeharto dan Presiden Joko Widodo daripada presiden Indonesia pertama Sukarno yang disukai oleh orang Indonesia. Dampaknya pada pengurangan ukuran nama Sukarno. — Alasannya adalah bahwa pelayanan dan prestasi besar jaksa Indonesia telah berakar di hati rakyat Indonesia.Sukarno dan para pendiri negara-negara lain sejauh ini telah membebaskan bangsa Indonesia dari kolonialisme dan mempersiapkan tanah. -Reading: Survei Barometer India: Soeharto menjadi presiden publik yang paling dikagumi dan mengalahkan Jokowi di Megawati

Faktanya, ada lebih banyak perjuangan Sukarno melawan imperialisme dan kolonialisme dalam semua jenis pengetahuan Di negerinya sendiri, semangat perlawanan Soekarno menghancurkan imperialisme, kolonialisme, diktatorisme dan utopianisme yang membenci, dan menarik negara-negara lain yang ia tunjukkan kepada dunia.

Catatan upaya Sukarno untuk membebaskan negara dari hegemoni kolonial telah diakui di seluruh dunia. Sukarno membangun dunia baru, alih-alih “tidak dieksploitasi” dan “dieksploitasi oleh negara” (penindasan manusia terhadap manusia dan negara yang menindas negara lain) telah terukir dalam sejarah, yang sulit untuk dengan mudah menghilang. -Reading: Bulu tangkis Tim Indonesia masih akan bersaing dengan Inggris pada 2020-Pidato Sukarno berjudul “Membangun Dunia Baru” di Forum PBB pada 30 September 1960, Sukarno memobilisasi Asia dan Afrika Peran negara yang termasuk dalam konferensi telah menjadi bukti sejarah bahwa Sukarno berperan dalam perjuangan untuk membebaskan bangsa dari segala bentuk kolonialisme di bumi.

Atas dasar ini, hasil survei Barometer India secara alami akan menimbulkan kontroversi, karena sebagian besar ada dalam logika publik yang dibangun oleh realitas historis.

Oleh karena itu, hasil survei Barometer India tidak akan membuat cerita karakter Sukarno menjadi tidak berarti, survei ini menempatkan preferensi publik untuk Presiden Sukarno, Presiden Suharto dan Presiden Jokowi terlebih dahulu. -Pahami bias

Untuk memahami hasil survei Barometer India, Anda dapat mengevaluasinya dari setidaknya tiga perspektif: kebebasan intelektual, metodologi dan etika

— Baca: Tingkat ketiga virus korona yang diamati di Pulau Sebaru Ya Tuhan, ABK World Dream segera menjadi koki

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *