Dituding menangani alasan hukum, kritik terhadap Gus Najih: KH. Imam Jazuli, Massachusetts * * TRIBUNNEWS.COM-Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi Muslim terbesar di Indonesia. NU milik masyarakat, bukan hanya alumni Jawa Tengah atau Pondok Pesantren Sarang. Putra Gus Najih atau Mbah Maimun Zubair ini melampaui batas kewajaran dan menyebutnya sebagai PBNU yang mewakili Prancis dan ideologi komunis. perlu. Namun, ketika Gus Najih dengan hina menuding Kaii Said Aqil Siradj yang sebetulnya masih Ketua PBNU diserang, ia tidak terlalu memikirkan bagaimana seharusnya masyarakat menyikapi zaman dahulu, Gus Najih bingung. Islam Nusantara (Nusantara), ini bukan masalah karena pendapat pribadi. Namun, dengan mempromosikan PBNU dan Kyai Said yang mewakili ideologi Partai Komunis China, pernyataan ini secara tidak langsung menyerang hukum negara.

Tidak hanya menyangkut undang-undang pencemaran nama baik dan ujaran kebencian, tetapi yang lebih penting, pemerintah mencurigai negara atau rakyat untuk menerapkan undang-undang yang melarang komunisme, Leninisme, dan ideologi Marxis di Indonesia. Karena jika PBNU memang wakil dari Partai Komunis, maka itu sama dengan dikatakan pemerintah Indonesia telah melegitimasi komunisme. kelompok. Upaya menyerang umat Islam. Penulis tidak membela posisi PSI, tetapi untuk menunjukkan bahwa pernyataan Gus Najih berdampak pada komitmen pemerintah Indonesia dalam penegakan hukum, termasuk amandemen UU Pidana 27 tahun 1999 yang melibatkan tindak pidana sebagai berikut: Dengan kata lain, Jika PSI dan PBNU adalah wakil dari komunisme, dan pemerintah mengizinkan atau bahkan mengijinkan mereka untuk mengikuti pemilihan umum, maka Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1999 tersebut tidak berlaku lagi. Tuduhan Gus Najih merupakan tantangan sekaligus potensi, preseden buruk bagi citra penegak hukum negara kita-Indonesia negara hukum. Negara yang religius, apalagi negara yang etis. Jika pemerintah berani menindak Sugik Nur Ra ​​harja dan menjebloskannya ke penjara, maka polisi akan memanggil Refly Harun (ia diyakini terlibat aktif dalam ujaran kebencian Sugik Nur) dan hal yang sama harus dilakukan terhadap Gus. Najih. Sugik Nur dan Gus Najih tentu saja tidak puas dengan pandangan tokoh Salang dalam segala hal. Sugi Nur hanya menyebut PBNU sebagai organisasi yang mirip angkutan umum, dikendarai oleh orang-orang yang mabuk dan penuh dengan penumpang yang mabuk. Di saat yang sama, Gus najih lebih parah lagi, tidak hanya menyerang tokoh-tokoh Kiai Said dan organisasi PBNU, tapi juga meluas ke partai politik seperti PSI – citra keadilan hukum dan penegakan hukum sedang diuji. Penulis mengakui bahwa polisi dan pemerintah akan merasakan beban psikologis dan moral yang adil terhadap kelompok lanjut usia ini. Namun perlu digarisbawahi bahwa Indonesia bukan hanya milik Islam, tapi bukan hanya milik orang Nahdrin, apalagi basis massa pendukung Gus Najib. Jika pemerintah tidak menerapkan undang-undang yang sama dengan cerminan Harun dan Sujek Nur, maka citra penegakan hukum Indonesia ke depan bisa rusak. Hukum tidak pernah melegalkan komunisme. Karenanya, tidak ada organisasi sosial dan politik seperti PBNU dan PSI yang berkeras untuk menjunjung komunisme. Sejak diundangkannya undang-undang yang melarang komunisme, komunisme akan selalu terkubur di nusantara. Oleh karena itu, ke depan, sebagian orang akan menuduh sebagian ormas diakui secara hukum oleh pemerintah tetapi dengan komunisme. , Dan bahkan karakter karismatik seperti yang dikatakan Gus Najih. Alasan seperti itu harus dihormati agar polisi tidakJangan malu karena alasan moral untuk mengembalikan Gus Najib ke pengadilan atau bahkan masuk penjara.

Jika permintaan maaf Gus Najib tidak disebutkan, atau jika polisi memeriksanya, maka upaya kita untuk melawannya sudah selesai. Tindakan keras publik terhadap hukum dan asumsi yang blak-blakan. Dari segi penegakan hukum, tidak ada perbedaan kelas sosial dan kelas moral antara Sugik Nur, Refly Harun, dan Gus Najih. Di mata hukum, kita semua sama. *

* Wali Pondok Pesantren Cirebon Bina Insan Mulia.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *