Penulis: Dar Edi Yoga

Sore ini tanpa ada janji didampingi Eko Ardiyanto, kami bertemu dr Terawan di kantornya yang sederhana RS TNI Gatot Soebroto.

Dia tidak memiliki birokrat untuk ditemui, siapapun dapat bertemu seperti dia dulu adalah kepala rumah sakit tentara daerah.

Ruang praktek Dr. Terawan Agus Putranto sangat berbeda dengan ruang kerja Kepala RSPAD, terutama saat menjabat sebagai Menteri Kesehatan. Saat ini, dr. Terawan masih melayani setiap pasien yang membutuhkan pertolongan.

Saat dia bertemu, wajahnya sangat ceria dan penuh semangat untuk menerima kami. Bahkan jika ia menghadapi banyak masalah dan masalah, seperti pencopotannya dari jabatan menteri, tidak ada beban di wajahnya.

Baginya, dalam setiap masalah yang ada, Tuhan pasti memiliki niat baik untuknya, dan dia harus bersyukur selamanya. apa hubungannya. Situasi terus berlanjut.

Dr. Terawan mulai menggunakan vaksin Nusantara dengan pro dan kontra, ia menemukan bahwa metode DSA (digital subtraction angiography) dan penemuan injeksi heparin untuk mengobati pasien stroke juga memiliki pro dan kontra. Beberapa orang meragukan hal tersebut. keberhasilan metode ini. Terawan selalu rendah hati dan cenderung bungkam saat di-bully disana-sini. Bahkan menggunakan Brain SPA DSA atau metode cuci otak telah menyelamatkan ribuan pasien stroke. Dari pejabat tinggi hingga orang biasa, mereka semua pernah mengalami kesembuhan melalui metode DSA.

Vaksin Nusantara merupakan karya anak-anak Amerika dan kini memasuki uji klinis fase kedua, di mana vaksin khas Nusantara ini berdasarkan penyakit penyerta masing-masing orang. -Proses ini sangat sederhana, setelah masa laten, menjadi vaksin terpisah setelah seminggu, sampai disuntikkan ke pasien yang menerima vaksin. Diyakini memiliki kekebalan terhadap Covid-19 karena merupakan kekebalan seluler dan dapat bertahan dalam waktu yang lama.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *