Penulis: Dr. H Sumaryoto Padmodiningrat MM

TRIBUNNEWS.COM- bila jerami menyemprotkan minyak, selama ada percikan kecil maka akan langsung terbakar.

Inilah elit Sumatera Barat yang melintas di antara Puan Maharani. -Pan An berkata: “Biarlah Sumatera Barat menjadi provinsi yang sangat mendukung Negara Pancasila.” Tiba-tiba muncul berbagai reaksi perlawanan, terutama di kalangan elit Sumatera Barat. –Pan An, Ketua Umum Partai Progresif Demokratik PDIP, tak sendirian saat DPR mengumumkan bakal calon ketua partainya di Sumbar pada Pilkada 2020, Rabu (2/9/2020).

Soekarnoputri (Soekarnoputri), juga ibu dari Ketua Umum PDIP Megawati, juga “menghela napas” mengapa warga Sumatera Barat masih kurang menyukai partainya. Baca: Pan An Minta Sumbar Dukung Pancasila. Ini Penjelasan Sekjen PDIP. Politisi PDIP Zuhairi Misrawi juga “menyerang” elite Sumbar. Menurut dia, di bawah kepemimpinan Gubernur Irwan Prayitno dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), intoleransi dan politik identitas di Sumatera Barat berkembang selama 10 tahun.

Banyak selebritis dan politisi dari Sumatera Barat kemudian menyerang Puan, termasuk Fadli Zon. Mereka bahkan meminta Pan An meminta maaf, lalu mempresentasikan fakta sejarah bahwa tokoh-tokoh dari Sumatera Barat memang ikut serta dalam perkembangan Pancasila bersama Boncano. Mereka termasuk Mohammad Hatta, Agus Salim dan Muhammad Yamin. Lantas apa arti sebenarnya dari pernyataan Pak Pan itu? Mengapa Pan An menganggap masyarakat Sumatera Barat tidak mendukung Pancasila?

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *