Penulis: Dewan Pengawas BP Jamsostek Dr. POEMPIDA HIDAYATULLOH 2016-2021

Ide tentang Jamsos didasarkan pada penyelenggaraan Jamsos yang jumlah anggotanya banyak. Oleh karena itu, hal ini tidak hanya meningkatkan peluang peserta untuk mendapatkan iuran, tetapi dengan distribusi peserta yang lebih luas membuat pembagian risiko lebih merata. Tentunya, selama basis dari tingkat ketidakpuasan yang terjadi dapat dikendalikan dengan baik.

Kritik terhadap BP Jamsostek (masih belum begitu maju dalam hal pertumbuhan jumlah anggota), datangnya dari pemerintah, pemerintah, DPR dan LSM.

Review ini tentu saja bertujuan untuk meningkatkan kinerja BP Jamsostek. Karena ada sekitar 55 juta peserta yang terdaftar, dana kelolaannya kini mencapai Rp 430 triliun.

Jika tingkat kepesertaan meningkat secara signifikan, bukan berarti dana yang dikelola bersifat formal dan pekerja informal harus memiliki yayasan pengelola jaminan sosial BP Jamsostek. -Baca: Pelonggaran pembayaran BPJamsostek harus menjadi pilihan bagi perusahaan terdampak Covid-19 – Namun, skema jaminan sosial ini belum tentu wajib untuk memastikan seluruh warga aktif menjadi peserta BPJamsostek.

Kita harus terus melakukan kegiatan sosialisasi rencana dan mengenalkan manfaat produk jaminan sosial di daerah. Secara berkelanjutan, hal ini terjadi pada pajak yang hanya diwajibkan bagi penduduk Indonesia untuk mendapatkan penghasilan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *