Setiap bulan setelah musim hujan, dia (Raja Hayam Wuruk) melakukan perjalanan ke seluruh negeri. Di kereta, semua raja dan ratu Jawa, menteri, pendeta, penyair, dan semua VIP yang menghadiri pertemuan itu didampingi. “Sebenarnya, tidak ada mobil dan tuan yang bergabung. Mobil tua Hiace melaju cepat sendirian, berusaha menyeberangi kanal dari waktu ke waktu. September 1359 M.

Pada saat itu, Raja Maya Pacht yang terkenal Dyah Hayam Wuruk Sri Rajasanagara berangkat dari ibu kota Mojokerto, dari ibu kota Maya Pasit untuk mengunjungi desa-desa dan kota-kota di ujung timur Jawa. -Penumpang dengan mobil tua meninggalkan ibu kota Majapasit (sekarang tinggal reruntuhan kabupaten Troulan di Mojokerto, Jawa Timur) ) 640 tahun lalu.

Mereka mengikuti’Hayam Wuruk, yang pergi ke tempat favorit raja di tenggara ibukota.

Setiap bulan setelah musim hujan, dia akan berjalan-jalan. Desa Sima di selatan, timur candi, sangat sibuk selama pertemuan dan upacara prasetyan.

Selamat jalan-jalan, saya mengunjungi Candilima dan Picardan Wewe setempat.Ini adalah isi dari buku Nagara-kretagama pupuh 17, Buku itu pelan-pelan berbunyi Arkeolog Dr. Budi Santoso Wibowo dari SPSP Jawa Timur, penumpang mobil tua ini, pada peta topografi terbitan 1943 itu menjadi laut. Pemandu untuk penumpang Hiace.

Di perempatan sungai kecil, mobil parkir di depan pemakaman kota. Wah, akhirnya saya sampai di Candilima.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *