TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Juru Bicara Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, sempat bertukar video dengan selebritis sekaligus pencinta hewan Irfan Hakim yang memiliki 4,9 juta pengguna YouTube. Ini merupakan kerja sama keempat antara dirinya dan para selebritis untuk bersosialisasi dengan anak muda melalui konten Youtube kanal Bamsoet dan Empat Pilar MPR RI. Sebelumnya, Bamsoet pernah bekerja sama dengan Raffi Ahmad (Raffi Ahmad), Jessica Iskandar (Jeddah), dan Baim Wong (Baim Wong). Melalui video-video di Youtube, para subscriber ternama dengan jutaan orang juga dapat menyaksikan konten empat pilar Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia.Kerjasama ini sekaligus menunjukkan perhatian para selebritis kepada masyarakat Indonesia, negara dan negara, serta masyarakatnya. Di balik kehidupan. Bamsoet di Jakarta, Minggu, mengatakan: “Melalui cahaya popularitas dan pesona dunia seni, mereka selalu ingin menyiapkan waktu untuk membuat konten di empat pilar MPR RI dan menyampaikan pesan“ Persatuan untuk semua anak di tanah air ”. 20 Desember 12).

Mantan Presiden Republik Demokratik Rakyat RI menjelaskan bahwa melalui konten Youtube ia tidak perlu mengumpulkan banyak orang dalam satu ruangan untuk mengenyam pendidikan dan Bhineka Tunggal Ika dalam Pancasila NKRI di UUD NRI 1945. Kegiatan sosialisasi empat pilar Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia melalui YouTube efektif dan dapat berkomunikasi dengan siapa saja di mana saja.Klik konten video di kanal Bamsoet lalu tiduran dan tonton, namun konten menjadi menarik Dan beragam: misalnya, Raffi Ahmad membahas mobil listrik, Jessica Iskandar cekcok, Baim Wong ngobrol santai, Alfan Ha Kim (Irfan Hakim) peliharaan, “Bamsoet menjelaskan. Kemhan FKPPI mengungkapkan bahwa MPR RI memahami bahwa tidak semua lapisan masyarakat menyukai seminar atau simposium. Tidak semua orang menyukai Youtube. Oleh karena itu berbagai media telah diinput. Mulailah dengan seminar, simposium, media sosial seperti YouTube, dan adakan kompetisi tersebut bersama komunitas melalui seni dan budaya.

“Apapun medium yang digunakan, yang terpenting pesan Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI”, Bhineka Tunggal Ika adalah kekayaan negara yang tak ternilai harganya. Itu harus dipelihara dan dipraktekkan oleh semua keturunan negara. Bamsoet menyimpulkan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *