TRIBUNNEWS.COM-Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan menegaskan, pemerintah harus merespon positif peningkatan COVID-19 yang berdampak pada 43.803 orang.

Data terakhir dari Covid-19 Treatment Working Group pada Kamis (18/6/2020) menunjukkan kasus harian meningkat paling banyak, mencapai 1.331 kasus positif baru. Ironisnya, dalam seminggu terakhir penerapan standar baru, kecuali (14/6/2020), terjadi lebih dari seribu kasus setiap hari. -Syarief Hasan mengatakan: “Pemerintah perlu lebih memperhatikan pengurangan penyebaran Covid-19., Bukan hanya untuk meningkatkan perekonomian.”

Ia juga mempertanyakan langkah-langkah politik pemerintah. Memang tindakan yang dilakukan pemerintah belum membuahkan hasil, malah sebaliknya, jumlah korban lebih tinggi. Penerapan kebijakan normal baru tidak membuahkan hasil. Akibatnya, misalnya, masih banyak wisatawan di pasar tradisional yang belum melaksanakan perjanjian sanitasi untuk mencegah Covid-19. Selain itu, banyak wisatawan yang belum melakukan persiapan untuk cuci tangan dan tempat-tempat sukarela. Ia menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan situasi negara lain yang menderegulasi dan menerapkan standar baru.Bahkan, gelombang kedua Covid-19 telah melanda seluruh negara termasuk China, yang hingga kini belum mengumumkan adanya kasus. Pada (16/6/2020), beberapa wilayah di China memberlakukan pembatasan ketat setelah menambahkan 158 kasus baru; demikian pula, Korea Selatan membatasi aktivitas ekonomi setelah menambahkan kasus baru. “Negara lain, seperti China dan Korea Selatan, memiliki sangat sedikit kasus baru, dan sekali lagi mereka dibatasi. Menariknya, Indonesia yang setiap harinya memiliki ribuan kasus telah melonggarkan pembatasan tersebut. Selain itu, tidak ada relaksasi seperti itu setelah kepatuhan ketat terhadap protokol perawatan kesehatan di komunitas. Syarief menilai kebijakan ini kontradiktif dan kontraproduktif. Meningkat menjadi 6,34% dari PDB. Dana ini setara dengan 24,73% dari belanja APBN 2020 yang menjadi beban penduduk.

“Dengan dana sebesar itu, pemerintah harus bisa menekan penyebaran Covid-19. Syarief Hasan menjelaskan:“ Menghadapi pandemi Covid-19. Syarief Hasan juga mengimbau kepada pemerintah untuk mencari solusi dan strategi yang sangat mobile, hal ini sangat penting untuk memulihkan jaminan kesehatan masyarakat, bahkan ketidakamanan di masyarakat dapat menimbulkan ketakutan yang berlebihan, kecemasan bahkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dan pemerintah gagal menahan kenaikan COVID-19. Dengan mengembalikan kepercayaan masyarakat, masalah ini bisa diatasi bersama. Selain itu, ada anggaran yang besar. Sebaliknya, kasus setiap hari semakin banyak, dan masyarakat berteriak-teriak karena terganggunya perekonomian. Called. “Pemerintah juga harus lebih percaya diri dalam menerapkan standar baru dan mengelola Covid. -19 pandemi. Pasalnya, kinerja pemerintah diukur dari penurunan jumlah Covid-19 dan pulihnya kesehatan menjadi normal. Sosial dan ekonomi masyarakat, ”ujarnya. Pemerintah gagal menyelesaikan penyebaran Covid-19, artinya pemerintah tidak menjamin perlindungan masyarakat sebagaimana disahkan UUD 1945,” pungkas Syarief Hasan. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *