TRIBUNNEWS.COM, BOGOR-Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia Bambang Soesatyo memanfaatkan akhir pekan untuk memotret kehidupan masyarakat seperti biasanya, dan merasakan tekanan akibat pandemi Covid-19, menempatkan masyarakat di tengah dalam konteks ekonomi. Kali ini Bamsoet berbincang dengan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sentul Bogor.

Dalam UNDERCOVER, salah satu isi siaran akun YouTube Channel Bamsoet, tampak mantan presiden DPR itu tampak santai sembari menyantap sate kambing dari pedagang sate kiloan (PSK) ternama di kawasan Bogor.Dia berharap masyarakat mengikuti aturan kesehatan tersebut. , Agar pandemi Covid -19 tidak mengganggu aktivitas perekonomian.

“Kita tidak harus mengorbankan bidang kesehatan untuk perekonomian, maupun sektor ekonomi untuk kesehatan. Keduanya sangat penting dan dapat dilakukan pada saat yang bersamaan. Kuncinya adalah dengan mengikuti tata cara kebersihan, pakai masker, jaga jarak dan tetap sehat. Kata Ban Suth di Sentul Bogor, Minggu (14/9/20). “— Presiden ke-20 Republik Demokratik Republik Demokratik ini menggambarkan pertemuannya dengan imigran Kurdistan PSK Senturzakr. Dia telah berjualan selama 20 tahun sejak dia lajang. Awalnya, orang yang memulai bisnis prostitusi adalah Kakaknya. Namun, karena adiknya memiliki 3 orang anak, Zakir mengelola bisnis PSK milik kakaknya.

“Bisnis PSK Zakir hanya milik keluarganya, bukan franchise. Tapi sekarang banyak kompetitor yang menggunakan “nama yang sama. Karena sama-sama mencari makanan halal,” kata Bamsoet. Akibat pandemi Covid-19, omzet turun sekitar 50% karena pelanggan takut meninggalkan rumah. Saat pandemi Covid-19, dia bisa makan dua ekor kambing dalam sehari, dan omzetnya mencapai Rp 2 juta. Sekarang kepala. Bamsoet berkata: “Sebelum pandemi Covid-19, Zakir memperoleh 4-5 juta rupee sebulan dari saudaranya. Sekarang, penghasilannya bergantung pada persentase penjualan. Hanya di pandemi Covid-19 Itu hanya ditambah selama periode. Dulu, Zakir juga pernah diuji akibat iritasi antraks, yang membuat konsumen takut makan daging kambing. “Kamu bisa hidup tenang tanpa khawatir akan ancaman. Vaksinasi, masyarakat harus menunggu dengan sabar saat melaksanakan kesepakatan kesehatan. Hanya ketaatan yang bisa menyelamatkan kita semua, “Bamsoet menyimpulkan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *