TRIBUNNEWS.COM-Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid dari TRIBUNNEWS.COM mengatakan, akibat kemacetan komunikasi dan minimnya saluran, banyak masalah bangsa belakangan ini muncul. -Konferensi Permusyawaratan Rakyat (MPR) adalah tempat terbuka untuk berdialog, memungkinkan berbagai departemen di tanah air untuk mencari solusi atas berbagai masalah etnis. Menemukan solusi untuk masalah nasional. Inilah yang dimaksud MPR sebagai Rumah Nasional, “Jazilul Fawaid berziarah ke makam Sultan Mulana Hasanuddin di Masjid Agung Banten Serang, Jumat (9/10 // 2020). MPR Pandeglang, Kota Banten Rangkaian kegiatan sosial empat pilar.

Nama panggilan Jazilul Fawaid Gus Jazil mencontohkan undang-undang anti penciptaan lapangan kerja atau bentuk hukum yang komprehensif yang mengarah pada bentuk anarkis, fasilitas umum, halte, Kehancuran kantor dan berakhirnya konflik dan kerusuhan pada Kamis (10 Agustus 2020) adalah salah satu bentuk kebuntuan ini, dan protes anarkis terjadi di berbagai kota di Indonesia. “Oleh semua lapisan masyarakat (seperti Protes yang dipimpin oleh pekerja dan mahasiswa menunjukkan bahwa komunikasi menemui jalan buntu. Saat ini masyarakat marah karena hukum. Jangan gunakan amarah untuk melawan amarah. Ia mengatakan, karena perlu berkomunikasi melalui dialog, di mana tempatnya berdialog? Politisi Gus Jazil mengumumkan bahwa MPR terbuka merupakan wadah dialog yang memungkinkan seluruh lapisan masyarakat untuk mencari solusi atas berbagai masalah di tanah air.

Harus menjadi lembaga perantara untuk menyelesaikan kebuntuan saat ini “dari PKB. -Dalam dialog ini, lanjut Gus Jazil, harus dari pengadilan, pemerintah, DPP, dan Tini. Polly, partai politik, organisasi keagamaan, universitas, pekerja, dll. Berpartisipasi di semua aspek negara.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *