Indonesia TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Musyawarah Rakyat Indonesia, menyampaikan apresiasinya atas prestasi DPR RI dalam menjalankan tugas rakyat selama setahun terakhir sejak dilantik pada 1 Oktober 2019 dan wakil presiden lainnya.Seperti anggota DPR RI, DPR RI Bekerja sama dengan pemerintah untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. Sementara itu, menyiapkan anggaran untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang mencapai 695,2 triliun rupiah. RI terus memantau penggunaan anggaran PEN oleh pemerintah agar kinerjanya efisien dan tepat sasaran, “Bamsoet menghadiri rapat paripurna HUT ke-75 DPR RI dari Pantai Black Rock, Bali pada Senin (01/09/20) .- Menurut mantan pimpinan DPR itu. Kehadiran langsung atau virtual tokoh-tokoh nasional RI. Ketua DPR RI ke-14 Harmoko, Ketua DPR RI ke-15 Akbar Tanjung, Ketua DPR RI ke-16 Agung Laksono, Ketua DPR RI ke-17 Marzuki Alie dan Ketua MPR ke-19 Ad Komarudin Komarudin). Bamsoet sendiri merupakan ketua DPR RI ke-20.

Bamsoet mengucapkan terima kasih kepada DPR RI yang telah mengesahkan 6 RUU menjadi undang-undang (UU). Salah satunya adalah pendamping “Pirkada Pep RUU Perppu Pilkada 2020 yang memberikan perlindungan hukum bagi pilkada yang akan dilaksanakan secara serentak pada tahun 2020 dengan mengutamakan perjanjian sanitasi. Undang-undang ini menjamin kedaulatan masyarakat bahkan dalam suasana pandemi Covid-19. Realisasinya. Jangan mobilisasi massa saat kampanye. Pelaksanaan kampanye bisa menggunakan media sosial agar tidak meningkatkan penyebaran Covid-19, ‚ÄĚkata Bamsoet.

Wakil Presiden Kamar Dagang dan Industri Indonesia menyambut baik langkah yang diambil Indonesia. DPR menjalin hubungan baik dengan buruh saat membahas RUU Cipta Kerja secara komprehensif. Hal tersebut dibuktikan oleh pertemuan maraton pada tanggal 20-21 Agustus 2020, dan mencapai kesepakatan dengan 16 serikat pekerja dan perwakilan serikat pekerja untuk mempercepat pembahasan RUU penciptaan lapangan kerja. Diharapkan dengan rampungnya “Job Creation Act”, akan mempercepat masuknya investasi dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. -Tentu saja, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan di antara berbagai pencapaian. Misalnya menyelesaikan RUU sebagai produk hukum asli Indonesia. Saya tidak lagi menggunakan KUHP warisan dari Belanda. Pembahasannya sudah terlalu lama dan saya berharap DPR RI bisa menyelesaikan masalah ini selama 2019-2024. Bamsoet menyimpulkan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *