TRIBUNNEWS.COM-Presiden Joko Widodo mempersembahkan sekeranjang bunga kepada Kim Jong Un, Pemimpin Tertinggi Korea Utara. Chokovi mempersembahkan bunga untuk memberi selamat kepada rakyat Korea atas peringatan 72 tahun kemerdekaan mereka. Terkait hal tersebut, Ahmad Basarah, Wakil Ketua Musyawarah Rakyat Indonesia, menilai apa yang dilakukan Presiden Joko Widodo adalah wajar. Presiden Joko Widodo sebagai kepala negara dan pemerintahan melaksanakan politik luar negeri bebas aktif yang diatur dalam UUD.

“Politik luar negeri Indonesia bebas dan aktif. Partisipasi bebas, adil dan aktif dalam memperjuangkan perdamaian dunia. Jika Presiden Jokowi mempersembahkan bunga, maka bunga merupakan simbol perdamaian dunia. Presiden Jokowidodo menginginkan Semenanjung Korea Wujudkan perdamaian sejati. 25 Februari 2019. Hal itu ditegaskan: “Meski tampak damai dan pembicaraan damai tripartit masih berlangsung, eskalasi Semenanjung Korea mungkin masih akan segera terjadi. Oleh karena itu, sebagai negara yang berjuang untuk melepaskan diri dari penjajahan dan memiliki hubungan yang erat dengan kedua Korea Utara, Indonesia sangat peduli dengan perdamaian. Bunga-bunga di semenanjung Korea melambangkan pengekangan dan perhatian timbal balik. Suasana di Semenanjung Korea masih bagus. “

” Khusus dalam bidang diplomasi, Bung Karno juga menghadiahkan kepada Presiden Kim Il Sung (Kim Il Sung) anggrek batu saat ia berkunjung ke Indonesia pada tahun 1965. Selama periode ini, bunga di Korea Utara ini diabadikan dengan nama Kimisungya, dan diperingati di setiap festival besar. Lebih lanjut Bashara menjelaskan bahwa Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, khususnya pada awal Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 memuat 4 (empat) tujuan nasional, salah satunya adalah ikut serta dalam penyelenggaraan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Tatanan dunia dasar.

Kisah sejarah bangsa Indonesia membuktikan bahwa bangsa Indonesia senantiasa mendukung politik luar negeri yang bebas dan aktif sejak pembentukannya hingga saat ini, serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan perdamaian abadi dan pemberantasan kolonialisme. Dari Konferensi Asia Afrika (KAA) yang diselenggarakan di Bandung pada tahun 1955 hingga Konferensi Tingkat Tinggi Afrika-B (KTT) pada tahun 1960, hingga Konferensi Islam Asia Afrika pada tahun 1965. Indonesia juga berperan aktif dalam misi tersebut. Sejak negosiasi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1957, itu telah menjadi resolusi perdamaian Palestina dan telah secara aktif memprakarsai negosiasi perdamaian Afghanistan dan inisiatif perdamaian lainnya. Menjaga perdamaian dunia dan menyingkirkan kolonialisme bumi yang diakui dunia internasional. Sejarawan kenamaan Ahmad Mansyur Suryanegara dengan tegas menyatakan bahwa pada Konferensi Islam Asia Afrika yang diadakan pada tanggal 15 Maret 1965, Punkano dinobatkan sebagai kemerdekaan. Dan juara Islam. Oleh karena itu, yang dilakukan Presiden Joko Widodo adalah mengupayakan politik luar negeri yang bebas aktif yang mendukung perdamaian dunia.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *