TRIBUNNEWS.COM-Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia Syarifuddin Hasan (Syarifuddin Hasan) mengimbau masyarakat Indonesia untuk menaati perjanjian sanitasi yang direkomendasikan pemerintah dalam menjalankan berbagai kegiatan, terutama yang melibatkan banyak orang. Usulan pemerintah dikedepankan untuk meminimalisir dan memerangi perkembangan virus corona yang semakin membebani masyarakat. Pada Sabtu (8/8/2020) di hadapan KH, unjuk rasa nasional digelar di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al-Khodijiyyah di Desa Rancagoong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Denny Ramdhani, Presiden MUI Cianjur KH. Anggota Panitia Kesenian Cianjur Ahmad Yani, Kepala Desa dan sekitar 300 santri serta Ponpes santriwati. Pasalnya, saat virus menghilang, semua efek yang ditimbulkannya berangsur-angsur akan hilang. Orang akan kembali ke kehidupan normal seperti Covid-19.

“Saya membuat analogi ini. Ketika Anda ingin menghilangkan asap, api adalah sumber asap dan Anda harus memadamkannya terlebih dahulu.” Asap itu secara bertahap akan menghilang. Saat ini, sebelum ditemukannya vaksin atau obat, pandemi hanya bisa diberantas dengan mengikuti prosedur kesehatan. Ia mengatakan salah satunya adalah Pompez Nur Sidaya Janzul. Ia menambahkan: “Pondok pesantren melaksanakan ajaran Islam, yaitu menjaga kesehatan diri dan lingkungan. “Syarief Hasan berharap pesantren terus melakukan ini. Untuk semua orang.

“ Selama pandemi dan dalam dakwah Islam, tata cara kesehatan yang baik harus diikuti. Semoga semua Muslim menjadi pelopor. Ia mengatakan: “Ini menunjukkan komitmen kita untuk memerangi Covid-19. Secara lebih luas, Islam terus berlanjut kepada Syarief Hasan sembari juga mengajarkan gotong royong dan kerjasama antar manusia. Oleh karena itu, seluruh negara menghadapi masalah yang sama. Anak-anak China akan memainkan peran yang sinergis. Musuh mendesak dan perlu dipupuk dan diperkuat.

“Akhirnya, selain usaha kita, kita semua berdoa dan berharap pandemi ini cepat berakhir . “

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *