TRIBUNNEWS.COM-Dalam konferensi maya tersebut, Wakil Ketua MPR-RI dan anggota Panitia Kedelapan DPR-RI, Hidayat Nur Wahid yang bertanggung jawab di bidang agama menyampaikan aspirasi sosial di bidang keagamaan terkait wabah Covid-19. Rapat Kerja Komite Kedelapan DPR-RI dan Menteri Agama, Kamis (9/4).

Salah satunya merekomendasikan kegiatan keagamaan yang maksimal untuk mengalahkan Covid-19, seperti umat Kristiani saat Paskah, dan Ormas Islam Istigasah dan Dzikir Nasional (meski tetap mengacu pada SOP Covid-19) sebagai penguatan kerja profesional. , Upaya spiritual untuk mencegah wabah Covid-19.

“Sebagai negara yang mencintai Tuhan, Indonesia harus melengkapi upaya profesionalnya dengan upaya spiritual untuk mengalahkan Covid-19, salah satunya Istigasah dan Dzikir yang dipimpin langsung oleh Presiden MUI yang dipimpin langsung oleh Partai Nasional Republik Islam. . Non muslim, seperti paskah. Tentunya selalu ikuti aturan terkait kedaruratan kesehatan Covid-19. Rekomendasi saya teruskan langsung ke Menag. Kemudian, Wakil Menteri Agama (juga Urusan Agama) yang ikut dalam rapat Panitia ke-8. Wakil Ketua Kemendagri) Beri tahu Wakil Ketua Bidang Agama (Ketua Kementerian Agama) menyetujui usulan berikut: Dari dalam negeri di Jakarta (10/4). – Selain program keagamaan / spiritual, politisi PKS DPR-RI juga mengingatkan agama Kementerian Agama, dalam melihat Perpres 1/2020, memiliki kewajiban lebih kepada akademisi agama terkait kebijakan fiskal nasional untuk mengatasi masalah bantuan dana pendidikan Covid-19 sebagai sumber anggaran.

Ditegaskan Kementerian Agama berkewajiban membantu MT Siswa / MA berpartisipasi dalam proses pendidikan secara maksimal, bahkan -19. Jika mereka terpengaruh oleh kebijakan yang terkait dengan Covid-19, mereka dapat dengan nyaman berpartisipasi dalam pembelajaran di rumah, memastikan bahwa ada fasilitas dan infrastruktur yang memadai untuk berhasil belajar di rumah -19. Agama Kementerian juga harus mendukung rt dan membantu pelajar Indonesia jurusan agama di dalam atau luar negeri, seperti pelajar dari Mesir, Sudan, Maroko, Pakistan, Malaysia, dll. Banyak kelompok pelajar di luar negeri telah menyatakan keinginan mereka untuk situasi mereka sendiri, seperti pelajar Sudan, mengapa Mereka sedang mengkaji kebijakan negara / kawasan yang menanggulangi Covid-19. Ia menyampaikan proposalnya langsung kepada Menteri Agama dalam pertemuan virtual antara Komite Kedelapan dan Menteri Agama. Menteri Agama menyetujui proposal bernilai tinggi itu dan berjanji akan memberikannya Implementasi.

Ini bahkan menjadi kesimpulan dan keputusan rapat kedelapan (9/4) Komite DPR-RI dan Menteri Agama, termasuk mengalokasikan anggaran yang cukup untuk pelaksanaan di Pompez, pesantren dan pesantren. Pendidikan jarak jauh; dan kewajiban menggunakan dana abadi pendidikan untuk membantu para guru pendidikan Islam dan pelajar Indonesia di perguruan tinggi Islam dalam dan luar negeri yang terdampak Covid -19. Bagi pelajar dan guru di sekolah agama, jangan sampai uang ini dirampas. Namun pemerintah tidak akan memberikan manfaat tersebut, dan masyarakat yang terkena dampak darurat Covid-19 tidak akan merasakan manfaat tersebut, ”ujarnya. Dia menyatakan. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *