TRIBUNNEWS.COM-Pemahaman tentang standar baru kehidupan akar rumput perlu disebarluaskan secara sistematis agar kebiasaan sehat saat pandemi (seperti memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak) menjadi perilaku sehari-hari. Wakil Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia mengatakan: “Masyarakat tidak tahu banyak tentang standar hidup baru selama pandemi, jadi sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menggairahkan sektor ekonomi, penyebaran Covid-19 terus berlanjut,” kata Lestari Moerdijat, Minggu (14/2) 7/26) dalam pernyataan tertulis. -Sejak pemerintah bertekad mengendalikan Covid-19 dan sekaligus merevitalisasi sektor ekonomi beberapa pekan lalu, penyebaran Covid-19 di banyak daerah membentuk cluster-cluster baru.

Rerie mengatakan bahwa cluster baru tersebut mendapat julukan Lestari, dari cluster kantor, yang mengakhiri penutupan beberapa kantor dan pekerjaan beberapa pejabat di daerah tersebut, serta konstituen di antara petugas kesehatan, menyebabkan 30 petugas kesehatan terkena Covid- 19. Menurut Rerie, di kalangan petugas kesehatan harus benar-benar memahami apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan selama pandemi ini. Dia mengatakan: “Naik sepeda bersama di Blitar, Jawa Timur.”

Rerie yakin PNS dan utilitas umum yang terpapar virus corona berisiko tinggi karena bisa menyebarkan Covid-19 ke jasanya-

– Mereka yang terkena virus. Aktivitas mereka sehari-hari tidak hanya masyarakat yang tidak mengenal masalah kesehatan, tetapi juga tenaga kesehatan yang bekerja sama.

Rerie melihat fakta tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah harus segera menerapkan strategi penanaman yang benar. Pandemi dapat diterima oleh seluruh komunitas.

Dia menambahkan, karena jika seseorang atau sekelompok orang menolak untuk melaksanakan kesepakatan kesehatan selama pandemi Covid-19, maka kelompok orang tersebut dapat menyebarkan virus. – Ironisnya, kata Leary, dalam beberapa pekan terakhir, kelompok terbuka menolak usulan pemerintah untuk melaksanakan kesepakatan sanitasi. Bahkan menuding virus corona sebagai konspirasi.

Menanggapi fenomena tersebut, Rerie menghimbau agar pemerintah segera mengambil tindakan yang tepat untuk menghindari ketidakpercayaan publik, karena terpengaruh oleh opini yang salah dan berkembang di masyarakat.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *