Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, mengucapkan terima kasih kepada Jenderal Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Darat, atas kerja sama yang antusias dengan militer Indonesia untuk mengembangkan empat MPR Indonesia. Sosialisasi Pilar dan Pembinaan Ketahanan Nasional bagi generasi muda dan ormas seperti SOKPI Pancuda Pancuda.

Selain untuk mempertahankan kedaulatan negara dari ancaman serangan militer, TNI juga harus semakin mewaspadai ancaman nonmiliter yang membahayakan ideologi bangsa. Kami menghadapi radikalisme. Selain kontroversi yang mengikutinya, kami juga harus menanggapi temuan penyidikan sebagai peringatan dini. Sistem pendidikan kita perlu lebih ditingkatkan untuk memastikan bahwa anak-anak Generasi Z dan Z suka mati dalam Pancasila dan NKRI. Kehadiran MPR RI dan TNI AD dalam sosialisasi empat pilar MPR RI akan semakin memperkuatnya, ”kata Bamsoet usai bertemu dengan KSAD Jenderal Andika Pekasa di kantor KSAD Jakarta, Selasa (20/4 / 20)

Bamsoet menghadiri pertemuan dengan Thomas Suyatno, pendiri utama SOKSI, Fatah Ramli dan Baladika Karya Novel Saleh Hilabi dari Organisasi Pekerja Swadaya Indonesia (SOKSI). Olah raga, disiplin ilmu dan pengetahuan dasar militer dan pertahanan negara, Wapres SOKSI juga berharap jajaran TNI dapat dijadikan sebagai sumber daya untuk melaksanakan sosialisasi empat pilar MPR RI di berbagai daerah dengan cara yang berbeda, TNI tidak hanya melindungi kedaulatan negara dari serangan militer. Aspek ini melibatkan berbagai masalah di banyak negara dan negara bagian, dan tidak hanya membantu melindungi kedaulatan nasional dari serangan militer, tetapi juga membantu memperkuat semangat pertahanan negara dalam jiwa setiap warga negara. Terbukti menjadi yang terdepan dalam aksi Cara. Penanggulangan bencana yang baik. Aksi sosial kemanusiaan yang natural untuk memerangi pandemi Covid-19. Bamsoet mengatakan: “Kecintaan dan bela negara yang dimiliki oleh aparat TNI harus diteruskan ke setiap generasi bangsa. “

Ketua FKPPI Kementerian Pertahanan dan Wakil Presiden Pemuda Pancasila mengatakan. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 (PSDN) tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Ketahanan Nasional semakin memungkinkan setiap warga negara untuk mengikuti pelatihan semi militer. Memperkuat pasukan cadangan untuk peran TNI. Adanya undang-undang ini juga memberikan peluang bagi TNI untuk semakin menyebarkan “virus” negara ke beberapa generasi, terutama generasi milenial, termasuk penyiapan kawasan lindung bekerjasama dengan SOKSI Ia berkata: “Hanya di Korea Selatan, yang pendapatan masyarakatnya sudah tinggi, telah mapan, selalu mengharuskan setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam dinas militer. Dari boy grup hingga aktor teater Korea, termasuk artis Korea terbaik yang dicintai oleh remaja Indonesia, mereka semua wajib militer. Di Indonesia kita tidak memiliki sistem wajib militer, tapi bukan berarti kita tidak memiliki generasi negara itu yang ingin menjadi bagian dari sistem pertahanan. , TNI bisa semakin meningkatkan jiwa nasionalisme warga, ”tutup Bamsoet.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *