TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Musyawarah Rakyat Indonesia, memuji pandangan Ikatan Alumni Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) yang menegaskan bahwa IAEA harus mengatur pengembangan Ideologi Pancasila (BPIP) sesuai dengan undang-undang, padahal BPIP telah Landasan hukum yang kokoh, tetapi BPIP sepertinya tidak sepenuhnya dimiliki oleh instansi pemerintah. Penekanan Pancasila dalam mempromosikan ideologi nasional. Oleh karena itu, persoalan teknis kelembagaanlah yang diatur, bukan ideologi Pancasila sebagai negara. Panitia Pelaksana IKA PMII hadir dalam rapat tersebut antara lain Ketua Akhmad Muqowam, Wakil Ketua KH Masyhuri Malik dari Panitia Penasehat, Ketua Kehormatan Organisasi Nur Syam, Wakil Ketua Syaifullah Tamliha, Kepala Bendahara Sudarto, Bendahara Nur Nadlifah Dengan Wakil Sekretaris Jenderal Jenderal Ratu Dian Hatifah.

Mantan Ketua DPR RI ini menilai pembahasan RUU Ideologi Pancasila (RUU HIP) tidak akan kontraproduktif, dan pemerintah yang memutuskan untuk menunda pembahasan RUU HIP harus segera mengambil tindakan. Ambil langkah terakhir hingga MPR menghentikan rapat pada 17 Juli 2020.

“Kita tunggu saja. Semoga kontroversi ini segera berakhir. Saya berharap perubahan RUU BPIP yang baru secara keseluruhan sesuai dengan keinginan dan keinginan masyarakat. Oleh karena itu, tidak ada ruang untuk mendistorsi dan menjadi satu kesatuan dalam masyarakat. Materi baru yang konstruktif. RUU pembenahan BPIP yang diajukan PBNU langsung disebut RUU BPIP, ”kata Bamsoet.

Ketua FKPPI Kementerian Pertahanan memperkirakan peluru kendali kini ada di tangan pemerintah. Diskusikan UU HIP dan kembalikan ke semangat semula untuk meningkatkan BPIP. Komunikasi antara pemerintah dengan pimpinan berbagai parpol juga sangat diperlukan, agar pemerintah dan DPR RI dapat mengemukakan pendapatnya dalam pembahasan RUU BPIP. Ideologi Poncasila akan disambut kembali di negaranya. Dalam kurun waktu yang lama, negara ini sering tidak tahu apa-apa dan terjerumus ke dalam rawa ideologi kapitalis dan liberal.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *