JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, mengucapkan terima kasih kepada Kepala Staf TNI Jenderal Andika Perkasa atas kerja sama yang antusias dengan militer Indonesia untuk mengembangkan MPR IV Indonesia. Sosialisasi Pilar Utama dan Pembinaan Ketahanan Nasional bagi Pemuda dan Ormas, seperti SOKPI Pancuda Pancuda, dll. Selain menjaga kedaulatan negara dari ancaman serangan militer, TNI harus semakin mewaspadai ancaman nonmiliter yang membahayakan ideologi bangsa. Kami menghadapi radikalisme. Selain kontroversi yang mengikutinya, kami juga harus menanggapi temuan penyidikan sebagai peringatan dini. Sistem pendidikan kita perlu lebih ditingkatkan untuk memastikan bahwa anak-anak Generasi Z dan Z suka mati dalam Pancasila dan NKRI. Kehadiran MPR RI dan TNI AD dalam proses sosialisasi empat pilar MPR RI akan semakin memperkuatnya, ”kata Bamsoet usai bertemu dengan KSAD Jenderal Andika Perkasa di kantor KSAD, Jakarta, Selasa (20/7/20) – — Bamsoet menghadiri pertemuan dengan Thomas Suyatno, pendiri utama SOKSI, Fatah Ramli dari SOKSI dan beberapa pengurus Baladika Karya Novel Saleh Hilabi. SOKSI’s Wapres juga berharap mendapatkan pelatihan olah raga, kedisiplinan dan pengetahuan dasar kemiliteran dan pertahanan negara; Wapres SOKSI juga berharap pangkat TNI dapat dijadikan sebagai sumber pelaksanaan; MPR RI menyelenggarakan kerja sosialisasi empat pilar di berbagai daerah. -Ya. Memperkuat jiwa bela negara dalam jiwa setiap warga negara – dalam berbagai persoalan bangsa dan bangsa, hal tersebut tidak hanya terkait dengan menjaga kedaulatan negara dari pelanggaran. Dalam serangan nonmiliter, TNI terbukti menjadi yang terdepan dalam aksi. Selamat bencana Manajemen. Aksi sosial kemanusiaan yang natural untuk memerangi pandemi Covid-19. Bamsoet mengatakan: “Kecintaan dan semangat bela negara yang dimiliki oleh aparat TNI harus diteruskan ke setiap generasi bangsa.

Ketua FKPPI Kementerian Pertahanan dan Wakil Presiden Pemuda Pancasila mengatakan, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Perlindungan Sumber Daya Nasional Pertahanan Negara (PSDN) semakin memungkinkan setiap warga negara berpartisipasi dalam paramiliter. Diklat menjadi salah satu kekuatan cadangan untuk memperkuat peran TNI. Adanya undang-undang ini juga memberikan peluang bagi TNI untuk lebih menyebarkan “virus” pertahanan negara ke beberapa generasi tanah air, khususnya generasi milenial, termasuk penyiapan kawasan lindung bekerjasama dengan SOKSI. Dia berkata: “Hanya di Korea Selatan, di mana Korea Selatan telah didirikan dan di mana pendapatan rakyatnya sudah tinggi, masih mengharuskan setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam dinas militer. Dari boy grup hingga aktor teater Korea, termasuk artis Korea terbaik yang dicintai oleh remaja Indonesia, mereka semua wajib militer. Di Indonesia kita tidak memiliki sistem wajib militer, tapi bukan berarti kita tidak memiliki generasi negara itu yang ingin menjadi bagian dari sistem pertahanan. , TNI bisa semakin meningkatkan jiwa nasionalisme warga, ”tutup Bamsoet.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *