Bambang Soesatyo, Ketua TRIBUNNEWS.COM-MPR, mengingat pepatah Latin: “Menggerutu”, yang berarti “Jika Anda menginginkan perdamaian, bersiaplah untuk perang.” Pepatah ini tidak perlu untuk mempromosikan perang. Namun dia memperingatkan setiap negara untuk memajukan industri pertahanan dalam menjaga kedaulatan sehingga bisa menjamin perdamaian.

“PT Pindad, sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang bertanggung jawab untuk mempersiapkan kebutuhan sistem senjata utama (Alutsista), seharusnya tidak lagi bergantung pada Wakil Komisaris Utama PT Pindad Mayor Jenderal TNI untuk mengimpor bahan baku dan amunisi (Purn) Sumardi mengatakan 80% amunisi PT Pindad Itu masih mengandalkan impor, yang menunjukkan bahwa rakyat Indonesia tidak memiliki kedaulatan penuh atas pertahanan nasional. Sektor hulu industri pertahanan, seperti baja, juga harus diperhitungkan oleh pemerintah. Bamsoet menjadi empat pilar Menteri Pertahanan MPR RI dan menjadi pembicara utama yang memimpin pembicaraan. Shi mengumumkan bahwa itu sebenarnya dilakukan pada hari Rabu (15/7/20/2012) dari Jakarta, Kantor Presiden MPR Indonesia.

Peringkat PT Pindad juga termasuk Wakil Komisaris Tinggi, Mayor Jenderal Sumardi ( Sumardi), Komisaris Mayor Jenderal (Purn.) Endang Sodik (Endang Sodik), Manajer Umum Abraham Mose (Abraham Mose), Direktur Keuangan dan Administrasi Wildan Arief dan Sekretaris Jenderal Tuning Rudyati. Juga hadir dalam pertemuan tersebut adalah wakil dari Pindad Corporate University Kepala Sekolah Bayu Fiantoro dan Kepala Hubungan Antar Lembaga di Pindad Corporate University Biben. ——————————————————————————————————————————————————— Ya, mereka menggunakan senjata produksi PT Pindad.

“Untuk membuat PT Pindad lebih maju, diperlukan dukungan dan dukungan pemerintah. Karena Presiden Joko Widodo (Joko Widodo) sekarang melarang Kementerian Pertahanan, Bamsoet mengatakan bahwa peralatan pertahanan, jadi prioritas diberikan pada pembelian peralatan pertahanan dari “PT Pindad” – kepala Departemen Pertahanan FKPPI percaya, Sebagai Menteri Pertahanan, Pak Prabowo Subianto juga bertindak cepat dan memesan 500 kendaraan taktis. Kementerian Pertahanan dan PT Pindad juga menandatangani surat niat untuk menyediakan 1 miliar amunisi setiap tahun. Oleh karena itu, dari tahun 2020 hingga 2023, PT Pindad akan Kementerian Pertahanan menyediakan 4 miliar amunisi dengan anggaran 19 triliun rupee.

“Pada tahun 2020, anggaran Kementerian Pertahanan adalah 131 triliun rupiah, meningkat dari tahun sebelumnya pada tahun 2019. 110 Pada tahun 2021, Kementerian Pertahanan membutuhkan anggaran tambahan sebesar Rp 129,3 triliun. Anggaran tersebut harus dapat Menambah nilai bagi industri pertahanan, terutama PT Pindad, “kata Bamsoet.

Wakil Presiden Kamar Dagang dan Industri Indonesia Ini juga mendorong PT Pindad untuk lebih aktif memperluas penjualan produk-produk Alutsista di berbagai negara / wilayah. Selain mengandalkan pemasaran yang andal, itu juga harus didukung oleh diplomasi pertahanan yang dikelola pemerintah.

“PT Pindad juga dapat bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, yang bertanggung jawab atas duta besar Indonesia untuk berbagai negara. Manfaatkan sepenuhnya status duta besar sebagai agen pemasaran. Selain itu, di bawah izin Presiden Joko Widodo, Duta Besar sekarang memiliki tugas lain. Bamsot menyimpulkan bahwa selain pintar secara diplomatis, mereka juga harus pintar secara komersial. Hanya Amerika Serikat dan Rusia yang menjual peralatan pertahanan mereka dan menggunakan gerilyawan pekerja keras. Duta sangat aktif.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *