TRIBUNNEWS.COM, Ketua MPR Solo-Indonesia Bambang Soesatyo berkabung mendiang ibu Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo. Almarhum dikenang oleh orang-orang dengan cara yang sederhana, rendah hati dan simpatik.Dia berusia 77 tahun dan terkenal di dunia, meninggalkan empat anak, beberapa cucu dan tiga cicit. – “Saya melihat Presiden Joko Widodo dengan tegas menerima kesetiaan almarhum. Setelah Presiden, saya berbicara dengan Presiden. Bersama dengan Menteri Kelautan dan Koordinasi Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, kami melakukan doa untuk mayat di teras rumah., Sekretaris Negara Pula. Tickno, Sekretaris Negara Pramono Anung dan Sekretaris Negara Eric Tohir, dan saya sendiri, ditemani oleh Bapak Misbakhong, seorang anggota parlemen Indonesia yang menghadapi Majelis Nasional, mari kita berdoa bersama agar orang yang meninggal akan diterima oleh Allah SWT, Bamsoet Berkata, “Terimalah semua perbuatan baik dan maafkan semua kesalahannya. Bagi siapa pun yang pernah berhubungan dengan almarhum, sebagai orang biasa yang selamat tanpa kesalahan, siap memaafkan almarhum. “Solo Jawa Tengah, Museum Banggari (Jar. Pleret Raya), Jawa Tengah, Solo, Kamis (26/3/2012).

Mantan Ketua Majelis Nasional Indonesia dari 2014 hingga 2019 ingat almarhum Identitas, misalnya. Tidak hanya untuk wanita, tetapi juga untuk pria. Pengampunan dan sikap keras kepala almarhum juga dapat dilihat dalam sikap sehari-hari Presiden Joko Widodo.

“Anak lelaki yang tumbuh di republik ini tetap sama. Meninggal. Almarhum terus berpartisipasi aktif dalam berbagai penelitian dan kegiatan sosial di lingkungannya sendiri. Selama masa jabatan presiden Indonesia, almarhum masih tidak memiliki apa-apa dan menerima semua orang yang mengunjungi rumahnya. Saya salah satu dari orang-orang yang sering pergi ke Solo untuk tetap berhubungan ketika mencari doa dan nasihat. Juru bicara Kamar Dagang dan Industri Indonesia menambahkan bahwa meskipun tubuh almarhum tidak lagi menjadi perhatian kita semua, sosoknya masih akan hidup di hati rakyat, terutama di hati Presiden Joko Widodo.

“Menurut kesaksian keluarga, almarhum adalah seorang tokoh agama. Dia tidak pernah meninggalkan doa dan ditambahkan ke doa tengah malam.” Terutama ketika menyakiti orang lain. Karena seseorang memfitnah dan memfitnah keluarganya, orang yang meninggal selalu mengampuni. Bamsoet menambahkan. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *