Wakil presiden TRIBUNNEWS.COM-MPR mengatakan bahwa pelatihan online di bawah program “Kartu Pra-Kerja” tidak valid, tidak ada transparansi dan tidak ada tanggung jawab. Bahkan pelatihan online dapat membuang-buang dana publik.

“Syarief Hasan mengatakan:” Pelatihan online harus sepenuhnya ditransfer ke bantuan sosial sebagai bagian dari program izin pra-kerja, terutama untuk pekerja yang di-PHK dan masyarakat yang kurang beruntung lainnya. “Pada Kamis (14/4) 2020) Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan ke Jakarta.

Pada tanggal 20 Maret 2020, pemerintah meluncurkan rencana kartu pra-kerja dengan anggaran Rs 5,6 triliun. Dalam menghadapi pandemi Covid-19, rencana tersebut adalah jaring pengaman sosial Bagian. Pandemi ini tidak hanya menghancurkan kesehatan masyarakat, tetapi juga menghancurkan ekonomi rakyat. Program Kartu Pra Kerja merupakan bantuan untuk jaring pengaman sosial dan solusi untuk masalah ekonomi yang dihadapi oleh dampak pandemi Covid-19. Satu .

Syarief Hasan percaya bahwa alasan untuk program Pra Kerja Kartu adalah Wakil Ketua Umum Partai Demokrat MPR yang bermasalah mengatakan: “Pelatihan online yang tidak valid dan tidak valid ini tidak jelas dan tidak bertanggung jawab, dan bahkan dapat menghabiskan dana negara. “Dia berkata:” Karena godaan untuk bekerja dari rumah, bahkan di beberapa bagian Indonesia, bahkan dengan PSBB, sulit bagi orang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dia berkata: “Pemerintah harus memastikan bahwa kebutuhan ekonomi terpenuhi. Salah satunya adalah paket Pre-Card. Tetapi rencana itu bahkan membuat tugas komunitas lebih rumit dan memikul kewajiban pelatihan online tambahan. “Dia melanjutkan. Selain itu, terus melaksanakan pelatihan Syarief Hasan o menerima pembayaran online pemerintah berdasarkan rencana kartu pra-kerja. Materi yang disediakan dalam pelatihan online dapat dilihat secara gratis di Internet, dan dapat gratis atau gratis melalui Youtube atau platform online lainnya. Periksa. Dia berkata: “Oleh karena itu, jelas bahwa pelatihan online ini tidak efektif dalam hal waktu, bahan, dan anggaran. Dia menekankan sosialisasi, terutama bagi pekerja yang berlebihan dan masyarakat kurang beruntung lainnya. Dia menyimpulkan: “Kekhawatirannya adalah” masyarakat mati bukan karena korona, tetapi karena kelaparan. “

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *