TRIBUNNEWS.COM-Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) membutuhkan korban lagi. Isma Khaira, perempuan Aceh dari provinsi Aceh utara, harus dikurung bersama bayinya yang berusia enam bulan. Isma divonis 3 bulan penjara atas kasus ITE. — Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengaku khawatir dengan kasus Isma Khaira. “Saya prihatin dengan apa yang terjadi di Aceh. UU ITE lagi-lagi menuntut korban, dan korban adalah orang-orang tercela. Inilah yang saya sebut pentingnya restorative justice. Restorative justice adalah cara untuk meningkatkan rasa keadilan Hukum. hukum bukan hanya masalah hitam putih. Gus Jazil mengatakan pada Selasa (2/3/2021) bagaimana ibu yang masih menyusui karena masalah ini bisa tetap di sel. Mengenai dalam penegakan hukum, yang terpenting adalah memiliki rasa keadilan dan kemanusiaan- “Ini adalah kisah sedih melihat apa yang terjadi seperti ini. Ulangi terus menerus. Belum lama ini, NTB menanyakan siapa yang terpaksa memenjarakan ibunya karena menyusui, dan kini masyarakat menerima cerita yang mirip dengan Aceh, ”ujarnya.“ Bukan hanya karena masyarakatnya tidak berdaya, tetapi juga karena mudah dikenai sanksi oleh pihak tertentu. artikel.. Makanya saya minta UU ITE direvisi secara komprehensif, karena kalau tidak akan ada korban lain yang serupa, karena spirit asli UU ITE tidak seperti sekarang ini. “PKB DPP mengatakan apa yang terjadi di Aceh sama dengan yang terjadi di NTB belakangan ini. Aparat penegak hukum tidak bisa memahami apa yang disebut restorative justice, yaitu hukum yang dilandasi rasa keadilan. Uji kesesuaian menerapkan keadilan restoratif. As Sebagai contoh, restorative justice saat ini tunduk pada aturan Jaksa Agung. Kami berharap Jaksa Agung dapat memberikan arahan terhadap instrumen ini untuk itikad baik Jaksa Agung, sehingga undang-undang tidak hanya memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. , tapi juga lincah. Itu meriah dan bisa diraih dengan perangkat berikut, “kata Gus Jazil. -Kita tahu bahwa Isma dijatuhi hukuman 3 bulan penjara karena memfitnah kepala desa (kades) di jejaring sosial. Kemudian Isma memasukkan bayinya ke penjara karena masih membutuhkan Air Susu Ibu (ASI).

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *