Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Pembicara Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia menegaskan bahwa istilah profesional di dunia saat ini adalah semangat kolaborasi dan pengembangan, bukan berarti menafikan semangat bersaing. Pelajar dan pemuda Indonesia belum siap menghadapi persaingan global yang semakin ketat, pada saat yang sama mereka harus siap bekerjasama dan berkembang dengan semua pihak termasuk yang tidak mereka sukai.

“Karena persaingan yang ketat di bidang teknologi informasi, Presiden AS Donald Trump bahkan mengeluarkan perintah eksekutif yang melarang platform aplikasi China Tik Tok dan We Chat untuk melayani di Presiden AS Trump.” Bamsoet menyelesaikan empat Saat bekerja di berbagai daerah, ia mengatakan: “Meski cakupannya luas, namun keamanan nasional dijadikan alasan pelarangan. MPR RI kepada mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sebenarnya pada Selasa (11/8/20) di Jakarta. Kantor Presiden MPR RI, antara lain Presiden UIN Syarif Hidayatullah Profesor Amany Burhanuddin Umar Lubis, Kelompok Gerakan Mahasiswa Islam Kepresidenan Indonesia, Direktur Cabang Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia Wulan Sari Aliyatus Sholikhah dan Ketua Himpunan Mahasiswa Fakultas UIN Dirasat Islamiyah Syarif Hidayatullullah Zulhilmi Amrullah. — Ketua MPR menjelaskan tentang larangan TikTok. Bukan hal yang tidak wajar di Amerika Serikat.Menurut data Statista, pada 30 Juni 2020 saja, jumlah pengguna TikTok di Amerika Serikat mencapai 45,6 juta. – Presiden Trump Sebelumnya telah disebutkan bahwa kita harus membiarkan TikTok mengobrol dengan kita dan bekerja di Amerika Serikat-Amerika Serikat, dan menjual dua aplikasi. Perusahaan Amerika. Ini menunjukkan bahwa persaingan dan kolaborasi itu nyata, seperti dua sisi mata uang. Ini bahkan memaksa presiden negara adidaya Intervene.

“Sebelumnya, sejak 2009, pemerintah China juga telah melarang berbagai platform aplikasi di Amerika Serikat, seperti Facebook, Google, Twitter, dan Instagram. “Seperti Great Wall (Tembok Besar China), bisa menahan berbagai musuh di masa lalu. Di platform aplikasinya saja, Amerika Serikat dan China sudah bersaing, terutama di bidang militer dan ekonomi,” kata Bamsoet. Indonesia mencontohkan, saat Amerika Serikat dan China bersaing menjadi pionir berbagai platform aplikasi, Indonesia tidak bisa hanya menjadi penonton atau konsumen. Dengan deviden demografi yang luar biasa, jumlah anak muda usia 16-30 tahun diperkirakan melebihi 64 juta jiwa, dan menjadi modal sosial yang kuat bagi Indonesia untuk berperan dalam kancah ekonomi dan politik global. Larry Page dan Sergey Brin memperkenalkan Google saat mereka berusia 20 tahun. Zhang Yiming, 25, adalah sosok penting ibu dari aplikasi Tik Tok yang dibuat oleh ByteDance. “Bamsoet menyimpulkan.” Ia memperkenalkan platform Go-Jek pada usia 27 tahun. Dunia masih menunggu kelahiran pemuda Indonesia lainnya yang mampu mengguncang dunia melalui berbagai karya.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *