TRIBUNNEWS.COM-Proses pendaftaran bakal calon kepala daerah (jacada) di KPUD beberapa hari lalu pasti akan sangat aktif. Warga Jakarta yang tergabung dalam KPUD tidak sendiri, mereka didampingi oleh partai pendukung dan pendukungnya. Tidak hanya sepuluh atau dua puluh orang, tetapi ratusan atau bahkan ribuan orang. Melihat hal tersebut, Jazilul Fawaid, Wakil Ketua Musyawarah Rakyat, menyayangkan sikap mereka yang tak tahu tidak bisa mengendalikan pandemi Covid-19. Jazilul Fawaid dari Jakarta mengatakan Rabu (9/9 2020) lalu.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengetahui bahwa masyarakat dalam kerumunan tersebut memahami prosedur kesehatan, termasuk memakai masker setiap saat, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan dengan sabun; ia masih melawan Covid-19 dalam kampanye pemerintah.

“Tapi, karena terlalu antusias dengan pilkada, mereka mengabaikan dan mengabaikan perjanjian kesehatan,” ujarnya. Dia menjelaskan.

Inilah yang menyebabkan penyebaran Covid-19. Ternyata 37 Cakadas dinyatakan positif Covid-19. Jumlah ini mungkin terus meningkat. “Seperti kita ketahui bersama, penyebaran Covid-19 tidak pandang bulu. Tidak hanya Kakada yang terkena dampaknya, tetapi orang-orang di sekitarnya atau pendukungnya juga tertular.” Ini Gus Jazil (Gus Jazil). ) Kata. Guna menanggulangi pandemi Covid-19, Kabupaten Gresik, salah satu warga Pulau Bawean di Jawa Timur, berharap banyak orang yang terlibat insiden seperti proses registrasi Cakada, namun kesepakatan kesehatan diabaikan. Situasi ini tidak akan terulang lagi. “Setiap orang harus mengikuti prosedur kesehatan yang ketat. Ia menambahkan bahwa tidak hanya Cakada, tetapi tim sukses dan pendukungnya harus melakukan ini. Jazilul Fawaid bisa memastikan itu. Cakada adalah panutan atau seseorang yang dikagumi oleh masyarakat daerah. Bahkan banyak yang masih menjadi gubernur, bupati, walikota dan wakilnya. Ia mengatakan: “Sekarang sebagai panutan daerah, mereka wajib melaksanakan kesehatan. Kesepakatan tersebut memberikan contoh bagi masyarakat. Jazilul Fawaid mengenang, ada beberapa aturan yang bisa dijadikan patokan untuk menjaga agar Pilkada tetap berada dalam pandemi Covid-19. Ditetapkan aturan itu muncul dalam aturan nomor tersebut.Dari Panitia Pemilihan Umum (PKPU). 6 Juni 2020, melibatkan Nonalam Covid -19. Pilkada dalam situasi bencana. Ia mengatakan: “Aturan ini tertuang dalam Pasal 11 (1) sampai (3). – Bahwa dalam pasal 11 ayat 1 mengatur bahwa setiap penyelenggara, calon, tim sukses, dan penghubung pemilu. Untuk calon, semua pihak yang terlibat dalam Pilkada harus menggunakan sekurang-kurangnya topeng yang menutupi hidung dan dagu. Melaksanakan kesepakatan kesehatan dalam bentuk formulir., Atau Panitia Pemungutan Suara (PPS) merekomendasikan agar para pihak mematuhi kesepakatan kesehatan. -Ayat (3) berbunyi sebagai berikut: Jika yang bersangkutan mendapat peringatan, mohon jangan selalu menghubungi Provinsi Bavaslu Bekerja sama untuk melaksanakan perjanjian kesehatan preventif Covid-19, KPU provinsi, KPU daerah / kota, PPK atau PPS sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, menjatuhkan sanksi kepada Jalan Panwaslu atau Jalan Panwaslu / desa kabupaten / kota. – Menurut Menurut Jazilul Fawaid, regulasi tersebut didukung oleh Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020, yaitu tentang penguatan disiplin dan penegakan prosedur kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid -19.

“Aturan-aturan tersebut harus digunakan untuk Pilkada. Di dasar epidemi Covid-19. Kata mantan mahasiswa PMII itu.

Menurut Jazilul Fawaid, sanksi telah dijatuhkan kepada orang-orang yang melanggar aturan kesehatan. Dia telah mencontohkan di Jakarta dan beberapa kota lain untuk menafkahi mereka yang melanggar aturan kesehatan (seperti tidak Mengenakan topeng), orang yang pernah terkena sanksi sosial (seperti membersihkan jalan) Dia berkata: “Beberapa orang telah didenda. “Menurutnya, semua pelanggar hukum, termasuk Kakada, akan didenda.

Hal-hal ini menurutnya harus diterapkan di masyarakat, terutama pada masa Pilkada.Potensi masyarakat untuk berkumpul, beraktivitas dan membawa banyak kemacetan “Aturan ini sudah mapan dan ampuh tinggal ditegakkan,” pungkasnya.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *