Fadel Muhammad, Wakil Presiden TRIBUNNEWS.COM-MPR, mendukung keputusan pemerintah membuka pemimpin ekspor benih lobster. Kebijakan ini akan berkontribusi pada pendapatan nelayan.

“Semua kebijakan pemerintah harus menguntungkan masyarakat. Keputusan pemerintah membuka keran ekspor benih lobster akan membantu meningkatkan pendapatan nelayan. Selain itu, ada permintaan pasar. Fadell mengatakan kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/7).

Menteri Perikanan dan Kelautan Kabinet Gabungan Indonesia mengatakan, upaya pemerintah untuk melegalkan ekspor benih lobster merupakan langkah yang berani. Kalaupun ada perbedaan pendapat, keputusan tersebut merupakan langkah tepat untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Di sisi lain, lanjutnya Dikatakan, kebijakan tersebut juga mendorong terbentuknya budidaya lobster nasional sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi pengangguran di kalangan masyarakat di Indonesia khususnya wilayah pesisir.Para eksportir harus membeli benih lobster dari nelayan dengan harga lebih dari Rp 5.000 per ekor. Dia mengatakan: “Harga ini lebih tinggi dari harga ketika undang-undang yang melarang penangkapan benih lobster diberlakukan. “Ini karena setiap ekspor ada pajak.” Setiap benih yang ditangkap memiliki nilai ekonomis. Setiap budaya menciptakan lapangan kerja, ”ujarnya. Meski demikian, mantan Gubernur Gorontalo pada kedua periode tersebut mengingatkan, kebijakan ini harus diterapkan bersama. Salah satu syarat benih lobster yang harus dipenuhi eksportir adalah Kegiatan budidaya lobster Tidak hanya itu, eksportir juga harus sukses melakukan kegiatan budidaya lobster di dalam negeri dan memanennya secara berkelanjutan No 12 Tahun 2020. Selain ekspor benih lobster, regulasi ini juga mendorong budidaya lobster. -Namun, kebijakan ini memiliki pro dan kontra. Salah satu kritiknya adalah Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan. Susi mengatakan, keputusan Eddie berdampak negatif pada keanekaragaman hayati. pengaruh.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *