JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, memuji polisi karena berhasil menyita 10 tas berisi 200 kg sabu di Kalimantan Selatan, yaitu 20 kg (208 kg). Kg) Sebagian dari jaringan Shabu berhasil diungkap pada Maret 2020. Keberhasilan itu tak lepas dari kerja sama Tim Reserse Kriminal Polri, Polda Metro Jaya, dan Polda Kalimantan Selatan. — “Mengingat luasnya wilayah Indonesia, tidak mudah menutup impor berbagai narkoba. Tugas sulit ini harus dilakukan oleh kepolisian untuk memastikan masa depan. Menghadapi anak-anak di tanah air yang belum dirugikan oleh narkoba, menurut Badan Narkotika Nasional. Menurut data, pada 2019, pecandu narkoba Indonesia Bansut mengatakan di Jakarta: “Sudah mencapai 3,6 juta dengan rata-rata usia 15-65 tahun. Pengguna berhasil memperoleh 200 kg metamfetamin dan berbagai obat lain, berhasil menyelamatkan masa depan negara. Jumat (8 Juli 20). Mantan presiden Republik Demokratik Revolusioner Demokratik itu mendorong polisi untuk terus memperkuat penjaga perbatasan. Apalagi dalam suasana pandemi Covid-19, para penyelundup justru bisa memanfaatkannya untuk Semakin banyak narkoba yang masuk ke Indonesia karena mereka yakin polisi sedang melepaskan hak penahanan.

“Kita harus waspada bahwa masuknya narkoba ke Indonesia tidak hanya menguntungkan secara ekonomi para penyelundup. Dan harus dicurigai bahwa ini merupakan tindakan yang melemahkan kedaulatan negara. Indonesia. Dengan waspada, inilah kesempatan terbaik untuk mendapatkan narkoba. Indonesia terbebas dari jebakan narkoba, ”kata Bamsoet. Karena tidak hanya Indonesia yang terkena narkoba, negara Asia Tenggara lainnya seperti Thailand juga mengalami masalah serupa. Selain narkoba, peredaran narkoba sintetis seperti sabu dan fentanil juga harus diawasi. – – “Kuncinya adalah penegakan hukum. Selain memiliki efek jera, tindakan penegakan hukum terhadap dealer dan dealer juga harus memberikan sinyal yang kuat kepada dunia bahwa Indonesia tidak terlibat. Itu tidak membunuh narkoba, “Bamsoet menyimpulkan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *