TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Juru Bicara Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, menegaskan, “vaksin” terbaik untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19 adalah dengan memenuhi prosedur kesehatan sebelum mendapatkan vaksin medis. Langkah tersebut antara lain memakai masker saat keluar rumah, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan. Gaya hidup sehat membutuhkan istirahat yang cukup dan latihan fisik. Kesehatan menentukan harga vaksin. Selain standarisasi jadwal vaksinasi, juga mencakup penetapan standar dan prioritas pemberi vaksin, wilayah, jadwal, milestone dan standar pelayanan imunisasi. Semuanya dikoordinasikan langsung oleh Kementerian Kesehatan, ”kata Bamsoet dalam acara hiburan, temu masyarakat, dan sosialisasi kunjungan empat pilar Musyawarah Rakyat Indonesia yang digelar di Kebumen, Kamis (8/10/20). 20 Presiden DPR RI mengungkapkan bahwa tujuan pemerintah adalah meluncurkan vaksin Covid-19 pada awal tahun 2021. Vaksin yang saat ini sedang dikembangkan antara lain Sinovac (bekerjasama dengan Bio Farma-Sinovav China yang saat ini sedang menjalani uji klinis fase III di Bandung, Java), SinoPharm (Kimia Farma-G42 di Uni Emirat Arab, melakukan uji klinis Tahap III di United Nations i UAE) dan Genexin-GX-19 (Kalbe Farma-Genixin Korea, melakukan uji klinis tahap 1A dan 2A). Sebagai penelitian BUMN, induk perusahaan farmasi yang bertanggung jawab atas Kimia Farma dan Indo Farma Kementerian Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta Lembaga Penelitian Biologi Molekuler Ekman Institute. Onesia dapat memproduksi vaksin sendiri berdasarkan strain virus Covid-19 yang dibudidayakan di Indonesia. Dan pihak swasta juga diperlukan untuk memastikan keberhasilan rencana tersebut. Khususnya dalam proses pembelian persediaan peralatan rantai dingin untuk menyimpan vaksin, karena kebutuhan imunisasi penduduk Indonesia dapat mencapai 325 juta dosis, maka kapasitas penyimpanan vaksin yang dapat dipenuhi oleh BUMN hanya 123 juta dosis. Dan kerjasama dengan swasta Indonesia merupakan perwujudan semangat gotong royong untuk menyelamatkan masyarakat. Rakyat Indonesia patut bersyukur. Dalam proses perburuan negara untuk mendapatkan vaksin C ovid-19, Indonesia merupakan salah satu negara yang bisa segera melakukan vaksinasi. , “Bamsoet menjelaskan.

Wakil Presiden Kamar Dagang dan Industri Indonesia menjelaskan, Presiden Joko Widodo (Joko Widodo) juga menyiapkan anggaran untuk vaksin Covid-19 mencapai Rp 21,8 triliun. Ini terbagi dalam dua tahap.Pengeluaran tahun 2020 sebesar Rp 3,8 triliun dan tahun 2021 sebesar Rp 18 triliun. -Pemerintah juga akan berpartisipasi dalam Institut Penelitian Farmasi dan Makanan. -Obat dan kosmetik dari Majelis Ulima Indonesia (MUI) digunakan dalam proses kehalalan vaksin Covid-19. Menurut pimpinan Wakil Presiden KH Maruf Amin dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), keikutsertaan ini tidak akan menghalangi proses vaksinasi. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan kehalalan vaksin Covid-19. Mengingat situasi darurat saat ini. Menyelamatkan nyawa adalah prioritas yang tidak bisa dinegosiasikan, “Bamsoet menyimpulkan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *