TRIBUNNEWS.COM-Lestari Moerdijat, Wakil Ketua Musyawarah Rakyat Indonesia, menegaskan sudah saatnya masyarakat menjadi garda terdepan melawan Covid-19 dengan mengikuti tata cara sanitasi selama acara berlangsung. Lestari dalam bahasa sehari-hari disebut Rerie dalam keterangannya, Senin (6/8). , Dan pasca diberlakukannya pembatasan sosial transisi skala besar (PSBB) akhir pekan lalu, aktivitas masyarakat di DKI Jakarta mengalami peningkatan. Selama di DKI Jakarta, banyak stasiun pemberangkatan commuter line yang memadati penumpang.

Rerie menambahkan, untuk karyawan yang bersiap memasuki Jakarta Tor, Rerie menambahkan, banyak masyarakat yang tidak mematuhi aturan kesehatan, seperti tidak tertib menjaga jarak saat antri. Ini membuat marah orang banyak. Ia mengatakan: “Karena jarak antar manusia relatif dekat, kemungkinan penularannya juga lebih tinggi.” – Menurut Rerie, penanggung jawab penerapan subjek harus segera memperdalam pemahamannya secara humanistik agar masyarakat dapat mematuhinya. Implementasi perjanjian sanitasi di tempat umum. Ia mengatakan: “Normal baru tidak berarti kita telah kembali normal seperti semula, tetapi kita telah mengadopsi kebiasaan baru.” -Rerie menambahkan bahwa untuk mengembangkan kebiasaan baru yang kondusif untuk membersihkan dan menjaga jarak di ruang publik harus dimulai sejak dini. Lakukan untuk menjadikannya budaya saat ini. Lairi meyakini selama masa transisi PSBB DKI Jakarta, pemerintah daerah harus bisa memastikan warga yang beraktivitas di tempat umum sudah mendapatkan tes usap kapas dan mendapatkan hasil tes. negatif. Ia menambahkan, teknis pelaksanaan tes bisa dilakukan bekerjasama dengan banyak pihak, sehingga jumlah penerima tes swab akan meningkat drastis. Menurut anggota parlemen NasDem, “Saat kantor dibuka, aktivitas karyawan meningkat, dan perusahaan secara alami melakukan tes swab. Pastikan karyawan tidak terkena Covid-19.”

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *