Pembicara Konferensi Permusyawaratan Rakyat Jakarta-Indonesia Bambang Soesatyo menegaskan, penanganan kasus Covid-19 masih memerlukan perhatian khusus. Jumlah kasus per hari.

“Salah satu upaya paling kritis untuk menghadapi pandemi Covid-19 adalah dengan menyediakan sarana dan prasarana medis. Khusus di Covid-19, disediakan rumah sakit khusus. Saat ini jumlah rumah sakit yang ada belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pasien Kuantitas, “kata Bamsoet saat bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Bandung, Jumat (12 Desember 2020). Dikatakan bahwa menambahkan rumah sakit khusus diperlukan untuk mempercepat pengobatan Covid-19. Karena berbagai alasan dan pertimbangan, rumah sakit khusus ini terpisah dari rumah sakit yang pada umumnya melayani pasien.

Baca: Wakil Ketua Musyawarah Rakyat (MPR) mengimbau pemerintah serius menangani masalah membantu UMKM dalam pandemi. Menurut Bamsoet, perlu ditambahkan rumah sakit khusus (darurat) berkapasitas besar, tidak hanya Pasien dapat menginap, dan selama masa inkubasi, dokter dan staf medis juga dapat tinggal di rumah sakit darurat yang terpisah dari rumah sakit umum. Pertama-tama, untuk mengurangi kemungkinan penyebaran Covid-19, jangan sampai rumah sakit menjadi cluster, ini baru penyebaran Covid-19 baru-baru ini, karena pasien yang bukan Covid-19 sudah terpapar Covid. “Bamsoet mengatakan, meski -19 dirawat di rumah sakit umum yang juga melayani pasien Covid-19, alasan kedua Wapres Kamar Dagang dan Industri Indonesia terus mengatakan bahwa rumah sakit khusus harus memiliki kesatuan. Seragam. Prosedur dan SOP dalam merawat pasien. Bagi kami, lebih mudah bagi tenaga medis untuk merawat pasien dan pelayanan medis dapat dilaksanakan lebih cepat.

Ketiga, memisahkan rumah sakit spesialis dari rumah sakit umum akan membantu meningkatkan kualitas masyarakat Kondisi psikologis. Pasien non-Covid-19 mencari pengobatan.

“Disadari atau tidak, saat ini banyak pasien non-Covid-19, seperti penderita diabetes, jantung dan penyakit serius lainnya, yang berobat ke rumah sakit karena gangguan kesehatan Terkadang saya merasa cemas dia mungkin terkena Covid-19. Bamsoet .

Baca: Wakil Ketua Musyawarah Rakyat Minta Penilaian Pelaksanaan Transisi

FKPPI, Kepala Kementerian Pertahanan Nasional, berpesan kepada Pemprov Jabar agar bisa menyediakan rumah sakit khusus Covid-19. Selain itu, Pemerintah Jawa Barat telah menyatakan komitmen kuat terhadap wabah Covid-19 dan didukung oleh sumber daya yang cukup potensial.

Menurut Bamsoet, misi MPR adalah mendorong pemerintah pusat, dalam hal ini BNPB dan Kementerian PUPR, untuk mendirikan rumah sakit darurat penanganan Covid-19 yang dapat masuk ke setiap lahan yang disiapkan oleh pemerintah daerah. Wilayah merah provinsi, wilayah, dan kota. -Baca: Sekolah Menengah Kejuruan / Sekolah Menengah Kejuruan Jabar Gratis untuk Tahun Ajaran 2020. Begini Penjelasan Ridwan Kamil- “Keinginan Pemprov Jabar untuk menanggulangi pandemi Covid-19 sangat bagus. Pemprov Jabar mampu berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, khususnya Melalui promosi satuan tugas pengelolaan Covid-19, terutama melalui cara-cara berikut yang berkomitmen kuat untuk mencegah penyebaran Covid-19. Bamsoet terus melakukan uji cepat skala besar.

Terakhir, Bamsoet berharap Pem di Jabar Ada rumah sakit Covid-19, yang terpisah dari rumah sakit umum dan lebih mengutamakan penggunaan alat tes cepat yang diproduksi di negara ini. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *