Wakil Presiden TRIBUNNEWS.COM-MPR Jazilul Fawaid mengatakan, wabah virus corona atau pandemi Covid-19 telah menghancurkan kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Ia mengatakan untuk mengatasi dampak yang masih terasa selama ini, masalah ini tidak bisa diselesaikan jika hanya pemerintah yang peduli. Untuk keluar dari pandemi yang sudah berlangsung lebih dari tiga bulan ini, Kabupaten Gresik, pria asal Pulau Bawean, Jawa Timur ini mengatakan, gotong royong bisa dijadikan sebagai obat atau solusi penyakit tersebut. Pandemi COVID-19. Mari kita bekerja sama untuk menyingkirkan diri yang hanya memikirkan kepentingan kita sendiri. “Kita perlu peduli dengan penderitaan dan keselamatan orang lain,” ujarnya, Minggu (14/6/2020).

Ia menambahkan, pandemi Covid-19 tidak hanya merenggut nyawa, tapi juga melanda berbagai sektor. Padahal, perekonomian global, termasuk Indonesia sendiri belum terkena dampak Covid-19. -Nusa Tara Mengjaji Koordinator Nasional menyampaikan bahwa gotong royong harus dijelaskan, dan berdasarkan akal sehat, kemauan bersama dan kekompakan dapat membuat perbedaan dan memperbaiki dalam situasi, medan atau kesulitan apapun. Politisi PKB menjelaskan bahwa gotong royong harus dijelaskan dan dilandasi dengan pengertian di atas, karena selama ini pengertian gotong royong dianggap sama dengan kerja dan bantuan sukarela. Ia mengatakan bahwa Gotong royong yang dimaksud oleh Jazilul Fawaid adalah karya hati dan disiplin diri, yang mendorong lahirnya semangat kebersamaan dan perbaikan, “tidak ada persekongkolan atau persekongkolan”. Kebutuhan dasar saat melaksanakan PSBB, kepedulian sosial, dana bantuan sosial, dan disiplin untuk melindungi diri sendiri. “Ini bagian dari semangat gotong royong. Katanya gotong royong seperti itu adalah kunci untuk memberantas wabah.

Menurut Jazilul Fawaid, negeri ini sudah mengenal dan akrab dengan Rayong. Istilah ini, menurutnya gotong royong adalah kegiatan sosial bangsa Indonesia. “Negeri ini selama ini sudah akrab dan sudah melaksanakan gotong royong. Ia menjelaskan, bukti gotong royong menjadi ciri khas negeri ini. Dia menjelaskan: “- Jazilul Fawaid bekerja sama untuk mengatasi pandemi Covid-19, menunjukkan bahwa kegiatan ini bukanlah apa yang dia katakan:” Misalnya, MPR menginisiasi program peduli MPR, Fight Covid -19. “MPR dan lembaga negara lainnya telah melakukan tindakan nyata untuk mengumpulkan donasi dari masyarakat untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19,” ujarnya. Ada rasa kemurahan hati yang besar. Ia mengatakan: “Ini membuktikan bahwa negara ini memiliki rasa gotong royong yang tinggi.” – Ini membuktikan bahwa negara tersebut memiliki rasa gotong royong seperti tersebut di atas. Jazilul Fawaid menunjukkan fakta bahwa Indonesia mendapat gelar nasional paling dermawan di tahun 2018.

“Ini berdasarkan survei yang dilakukan oleh Charity Aid Foundation (CAF).” – Dia adalah badan amal Inggris. Menurut survei, posisi Indonesia tidak segan-segan. Di antara berbagai negara yang mempertanyakan kemurahan hati mereka, Indonesia menempati peringkat pertama dengan 59 poin. Pada saat yang sama, negara-negara seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Irlandia, dan negara-negara lain berada di bawah kendali Indonesia.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *