Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Musyawarah Rakyat Indonesia, memaparkan empat alasan penting generasi muda peduli pada keberagaman. Pertama, karena keberagaman adalah sifat kebangsaan yang tidak dapat disangkal. Sejak Indonesia mendeklarasikan diri sebagai negara yang hidup dalam berbagai budaya, ras, ras, dan agama, konsep keberagaman telah menyatukan segalanya menjadi satu ikatan nasional. Menjadi karakter ilahi. Allah mendiversifikasi kita. “Kalaupun kita berani jujur ​​pada diri kita sendiri, kita tetap bisa menemukan perbedaan dalam kelompok yang sama,” kata Bamsut yang mengisi empat pilar MPR di Forum Koordinasi Nasional. Pertukaran pelajar kekaryaan. (Bakornas Fokusmaker) dan anggota BEM dari lima perguruan tinggi di Jakarta, sebenarnya dari Ketua Kantor MPR RI (Jakarta), Kamis (20/1/20). Dino Ardiansyah Dwiki Hendra Saputra, Direktur BEM Universitas Krisnadwipayana, Presiden BEM MH Thamrin AKA Universitas Geys Amar, dan Ronaldo Zulfikar, Presiden BEM Universitas Muhammadiya.

Ketua DPR RI ke-20 dan Wakil Kepala Sekolah SOKSI Depinas menambahkan, alasan ketiga adalah ancaman terhadap keberagaman nilai sangat nyata. Dalam proses berdirinya bangsa, intoleransi terhadap kebhinekaan selalu mencoreng kehidupan berbangsa. Misalnya dalam protes politik, politik identitas terkadang digunakan sebagai sarana perjuangan.

“Melalui penjelasannya, antara tahun 2014 dan 2019, SETARA Institute mencatat 846 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama. Artinya rata-rata ada 14 peristiwa. Bamsuet mengatakan:” Ini pelanggaran Pelanggaran kebebasan beragama. Ini adalah gambaran nyata, dan penghormatan terhadap keberagaman belum sepenuhnya terwujud. Alasan keempat, alasan yang keempat adalah Keragaman dan kondisi geografis serta sumber daya alam yang melimpah menjadikan Indonesia sebagai “pusat gravitasi” dunia internasional. Hal ini menjadikan bangsa Indonesia rentan terhadap pengaruh dan infiltrasi asing. Oleh karena itu, dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia Nilai menghargai keberagaman di dalam diri merupakan syarat mutlak untuk menjaga kedaulatan kita sebagai sebuah negara.Sejak kepemimpinan Indonesia di tahun 2014, gagasan Nawa Cita menjadi Presiden Joko Widodo Landasan perjuangan sebenarnya adalah konsep merespon berbagai persoalan etnis yang selama ini kita hadapi salah satunya terkait dengan penyebaran intoleransi dan krisis kepribadian bangsa. Nawa Cita Gagasan itu sendiri merupakan gambaran dari Trisakti yang bersumber dari gagasan Bung Karno yaitu kedaulatan dalam ranah politik, kemerdekaan dalam ranah ekonomi, dan individualitas dalam budaya ”, a- Bamsoet .— -Wapres Pemuda Pancasila menjelaskan bahwa upaya perlindungan kebhinekaan secara jelas dilandasi oleh berbagai cara pandang Nawa Cita, termasuk memulihkan negara untuk melindungi seluruh negeri dan untuk Memberikan rasa aman bagi seluruh warga negara, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat persatuan daerah dan desa, serta menolak negara-negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum untuk pemberantasan korupsi, harkat dan martabat, serta mewujudkan revolusi yang bercirikan etnis, meningkatkan keberagaman dan penguatan Status sosial Indonesia dipulihkan .- “Dalam rangkuman aksi ini, MPR RI senantiasa menetapkan ciri kebangsaan dengan memodifikasi empat pilar MPR RI ke seluruh elemen Indonesia. masyarakat. Empat pilar MPR adalah Pancasila. Sebagai landasan negara, ideologi, falsafah, moral dan etika, serta alat pemersatu negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjadi landasan ketatanegaraan, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai kesepakatan nasional. Semangat pemersatu dari keragaman etnis. “

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *