TRIBUNNEWS.COM-Saat libur panjang akhir Oktober 2020, pemerintah, masyarakat, dan pengelola objek wisata terpaksa harus waspada terutama dalam penerapan regulasi sanitasi. Semua pihak harus melakukan ini, terutama dalam hal penerapan kesepakatan sanitasi selama pandemi, “kata Wakil Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin. / 10 .- — Menurut Lestari, libur panjang minggu depan adalah untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada 29 Oktober ditambah hari libur bersama yang ditetapkan pemerintah dari 28-30 Oktober 2020. Oleh karena itu, Lestari’s Julukan Rerie menambahkan, pekan depan akan jatuh pada Rabu, Kamis, dan Jumat plus Sabtu dan Minggu – kurun waktu yang relatif lama selama pandemi, menurut Rerie, mengharuskan semua pihak waspada untuk memastikan Covid-19 ada di tempatnya. Perjalanan dan penularan dalam rumah tidak meningkat tajam. -Karena usai libur panjang akhir Juli 2020 dan Agustus 2020, anggota parlemen Partai NasDem menambahkan, kasus positif korona semakin meningkat.Pada September, akibat imbas libur panjang, Kasus baru positif Covid-19 di negara itu pada Kamis (3/9) melonjak menjadi 3.622. Bahkan, Rerie menambahkan, hingga akhir September kasus positif corona sudah meningkat tajam. Ketentuan dibuat agar masyarakat yang sedang berlibur tidak Hal tersebut akan menimbulkan kemacetan dan dapat menyebarkan Covid-19. -Rerie yang juga merupakan anggota Panitia Fraksi NasDem X DPR RI ini menilai, mengabaikan perjanjian kesehatan pada saat hari raya tidak hanya akan membuat gugus Covid-19 menyebar di tempat-tempat wisata, tetapi juga, Anda juga dapat membuat cluster untuk distribusi rumah tangga.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *