TRIBUNNEWS.COM-Presiden Joko Widodo mempersembahkan sekeranjang bunga kepada Kim Jong Un, pemimpin tertinggi Korea Utara. Jokowi mempersembahkan bunga untuk mengucapkan selamat kepada rakyat Korea Utara atas peringatan 72 tahun kemerdekaan mereka. Terkait hal itu, Ahmad Basarah, Wakil Ketua Dewan Permusyawaratan Rakyat Indonesia, menilai tindakan Presiden Joko Widodo itu wajar. Presiden Joko Widodo selaku kepala negara dan pemerintahan melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif sesuai dengan konstitusi. Jika Presiden Jokowi meletakkan bunga, maka bunga tersebut merupakan simbol perdamaian dunia. Presiden Joko Widodo menginginkan perdamaian sejati di Semenanjung Korea. “Bassara mengatakan dia juga Ketua DPP PDI-P yang membidangi hubungan luar negeri di Jakarta pada Jumat, 25 September 2019.” Meski terkesan damai, Selain itu, pembicaraan perdamaian tripartit masih berlangsung, dan eskalasi di semenanjung Korea mungkin akan segera terjadi. Oleh karena itu, Indonesia adalah negara yang berjuang melawan penjajahan, telah menghilangkan penjajahan dan menjaga hubungan erat dengan Korea Utara dan Korea Utara, oleh karena itu sangat peduli dengan perdamaian. Bunga-bunga di semenanjung Korea adalah tanda pengekangan dan perhatian bersama. Suasana di Semenanjung Korea masih bagus. “

” Khusus dalam bidang diplomasi, Bung Karno juga mempersembahkan anggrek batu kepada Presiden Kim Il Sung (Kim Il Sung) saat berkunjung ke Indonesia pada tahun 1965. Selama periode ini, bunga di Korea Utara ini diabadikan dengan nama Kimisungya, dan diperingati di setiap festival besar. Lebih lanjut dijelaskan bahwa Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, khususnya Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, memuat 4 (empat) tujuan nasional, antara lain “partisipasi dalam ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial”. dilakukan. Sejarah perjalanan bangsa Indonesia membuktikan bahwa sejak berdirinya hingga saat ini bangsa Indonesia senantiasa mendukung politik luar negeri yang bebas aktif, turut aktif mewujudkan perdamaian abadi dan memberantas kolonialisme dari permukaan bumi. Mulai dari Konferensi Asia Afrika (KAA) yang diselenggarakan di Bandung pada tahun 1955 hingga Konferensi Tingkat Tinggi Afrika-B (KTT) pada tahun 1960, hingga Konferensi Islam Asia Afrika pada tahun 1965. Indonesia juga berperan aktif dalam misi tersebut. Perdamaian telah dicapai sejak 1957, dan hari ini, Palestina telah menyelesaikan perdamaian dan secara aktif memulai negosiasi perdamaian di Afghanistan dan inisiatif perdamaian lainnya. Menjaga perdamaian dunia dan memberantas kolonialisme dari dunia bahkan negara yang diakui secara internasional. Sejarawan kenamaan Ahmad Mansyur Suryanegara dengan tegas menyatakan bahwa pada Konferensi Islam Asia Afrika yang diadakan pada tanggal 15 Maret 1965, Bung Karno ) Dinobatkan sebagai juara kebebasan dan Islam. Oleh karena itu, yang dilakukan Presiden Joko Widodo adalah mengupayakan politik luar negeri yang bebas aktif yang mendukung perdamaian dunia. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *