TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 membuat banyak orang menganggur dan mengkhawatirkan sumber makanan.

Kementerian Pertanian terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketahanan pangan sebagai komitmen dan tanggung jawab untuk menyediakan 267 pangan. Jutaan orang Indonesia. Salah satu tugasnya adalah penggunaan pengadilan.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mahkotanya bisa selesai dalam beberapa bulan, tapi perut masyarakat sudah tidak diragukan lagi. Oleh karena itu, dalam tantangan ekonomi yang semakin berat, pertanian menjadi sektor yang vital.

“Dampak tajuk melemahkan ekonomi, banyak orang kehilangan pekerjaan, dan memperhitungkan obat-obatan, yaitu bertani di pekarangan,” kata SYL. Pada Minggu (31/5) saat mengunjungi Kelompok Wanita Tani (KWT) KWT Biring Balang, Desa Borong Pala’la, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Menurut Bupati Gowa pada dua periode pertama, pekarangan tidak hanya memberikan manfaat yang besar untuk menyediakan makanan sehat, bahkan bisa menjadi sumber penghasilan keluarga. Artinya sayuran di sekitar kita, jika teknologi yang digunakan lebih baik, efeknya akan luar biasa. Dia mengatakan bahwa negara lain pasti akan membutuhkan ini. Pemanfaatan tempat pangan oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP). Hadir pula Agung Hendriadi, Kepala BKP Kementerian Pertanian, mengatakan selama fase pertumbuhan, masing-masing kelompok mendapat bantuan P2L sebesar Rp 60 juta untuk pembangunan rumah benih, realisasi lokasi percontohan dan Penanaman di pekarangan. Pada tahun 2020, pendistribusian P2L memiliki 3.800 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di tempat yang sama, S Guruyati, Presiden KWT Biring Balang, menyampaikan terima kasih telah membantu Kementerian Pertanian dalam melaksanakan kegiatan P2L.

Ia merasa baik, ia mengatakan kegiatan ini luar biasa dan dapat membawa perubahan bagi tim dan lingkungan sekitar.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *