TRIBUNEWS.COM-Administrasi Umum Angkutan Laut Kementerian Perhubungan kembali menemukan kapal penangkap ikan asing melanggar hukum melalui Pangkalan Penjaga Pantai dan Laut (PPLP) Kelas II Tanjung Uban. Ini adalah kapal pukat nelayan bernama JHF 5183 T. Bendera Malaysia memasuki wilayah negara Republik Indonesia hari ini (6/10) di perairan Kepulauan Belakit di Kepulauan Riau. — Pimpinan PLP Tanjung Uban Kelas II Kapten Hande Belerang menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan kapal patroli KN untuk patroli navigasi yang aman. Kalimasadha-P.115, pada posisi GPS 01 ° 24’570 “LU / 104 ° 35’087” BT, mendeteksi dan menduga kapal bernama JHF 5183 T memasuki perairan Indonesia. “Saat kami menggunakan KN untuk patroli navigasi yang aman. Kapal patroli Kalimasad-P.115 bentrok dengan Kapten Putra Vardana pada pukul 09.05 WIB. Kami mencurigai kapal ini dan langsung melewatinya. Kontak radio telah dilakukan, tetapi kami tidak mendapat tanggapan, “kata kapten. Dijelaskan dengan mudah jadwal kejadian, Selasa (6/10) di Tanjung Uban, Kepulauan Riau. –Dia mengatakan setelah itu, awak kapal segera memeriksa kapal sesuai dengan peraturan sanitasi. Hasil pemeriksaan diberikan kepada nakhoda dan nakhoda. Handry menjelaskan, pada posisi GPS 01 ° 32’204 “LU / 104 ° 36’857” BT ternyata kapal nelayan tersebut melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Indonesia. Dia mengumumkan harus diserahkan ke pangkalan PSDKP (Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) di Batam, yang terletak di pangkalan PLP II AD-HOCK di Tanjung Uban. 7:00 malam. WN, kapal patroli KN. Kalimasadha-P.115 sedang bersandar pada perahu nelayan di Dermaga Pangkalan. “Sesuai perjanjian kesehatan,” kata Kapten Handry.

Untuk pelanggaran kapal, pangkalan PLP Kelas II di Tanjung Uban akan terus memproses hasil pemeriksaan sesuai dengan peraturan NAS internasional dan internasional. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *