Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menpora Zainudin Amali menjadi narasumber pada webinar dan prestasi olahraga bertema PON di era pandemi Covid-19. Konferensi tersebut sebenarnya digelar di Situation Room, Lantai 9, Graha, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (25/10). 6 Mei 2020).

Webinar yang diprakarsai oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESCO) dengan lebih dari 5.000 peserta.

“Wabah Covid-19 berdampak cukup besar terhadap kegiatan olahraga. Dampak yang paling nyata terjadi pada industri pariwisata. Di bidang pariwisata, berbagai kegiatan yang ditujukan untuk wisata olahraga tidak diselenggarakan. Selain itu berdampak pada sosial ekonomi. Kita tahu bahwa banyak kegiatan olahraga seperti liga sepak bola, IBL, La Liga dan kompetisi lainnya terhenti, dan bukan hanya atlet Menpola yang bergantung pada kehidupan mereka (kegiatan olahraga) secara finansial untuk mengumumkan dimulainya pidato.

Kemudian , Katanya lagi, berdampak pada masyarakat dan kesehatan. Pada pandemi ini, sebaiknya tinggal di rumah (dalam (tentunya hal ini berdampak besar pada performa atlet.)

meski berdampak pada olahraga itu sendiri. Dampaknya sudah jelas, namun performa atlet dan event olahraga belum efektif, dan aktivitas olah raga komunitas telah dihentikan sama sekali. — Berdasarkan opini dan pengalaman ahli dalam pengobatan penyakit dan epidemi, pandemi Covid-19 tidak akan 100% Hilang. Pemerintah akan mengeluarkan perjanjian latihan baru dalam urutan normal. Untuk merumuskan perjanjian latihan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Departemen Koordinasi PMK, Kementerian Kesehatan dan Pokja Covid-19. Dia mengatakan: “Konsep perjanjian latihan normatif baru adalah Kamp pelatihan, termasuk pelatihan mandiri, pelatihan virtual atau terisolasi, sangat membatasi perjanjian olahraga normatif baru. “

Menpora berbicara tentang hal lain tentang kebijakan organisasi Papua XX PON., Kekuatan ekonomi dan administrasi

“Kerja sosialisasi dan promosi yang dilaksanakan XX PON Papua di ajang kompetisi akan selalu dilakukan melalui penerapan program pengobatan dan pencegahan Covid-19. Pemerintah juga terus mengalokasikan dukungan anggaran untuk pelaksanaannya. Ia menambahkan:“ Bisa dilakukan melalui virtual atau Sadarilah area secara mandiri berdasarkan perjanjian manajemen pesanan standar yang baru. “(*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *