TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyatakan, Kementerian Sosial siap memberikan penampungan N bagi korban pelecehan seksual remaja N (14).

Para pekerja sosial Kementerian Dalam Negeri mengaku siap karena memiliki sumber daya manusia yang unggul dan fasilitas yang memadai. Selamat datang para korban. Pasalnya, sentra milik Kementerian Sosial dikelola oleh sumber daya manusia yang lebih tinggi. Kami juga telah menyiapkan kamera pengintai untuk memastikan pengawasan yang lebih baik terhadap mereka. Artinya, kita bisa lebih mengoptimalkan keselamatan anak, “kata Menteri Sosial Juliari kepada Pemkab Sukabumi Cicurug (9/7/2020).

Baca: Ibu-ibu di Batam mendaftarkan anaknya sebagai korban pelecehan di SMA– –Sebelumnya, Mensos menyampaikan keprihatinannya atas dugaan pelecehan seksual terhadap remaja N (14) oleh pengelola shelter Lampung.

Sakti Peksos Kemensos berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk Menjamin perlindungan dan memberikan bantuan kepada korban. — “Saya sangat khawatir dengan pelecehan seksual terhadap N remaja di Lampung Timur. Selain itu, saya dengar penyerangnya adalah penanggung jawab rumah persembunyian dan harus melindungi para korban, “ujarnya. Tapi juga harus menyasar berbagai kasus pelecehan anak di berbagai daerah di tanah air. Menurut Menteri Sosial, hal ini menunjukkan aman bagi anak.

Baca: Lathifa ajak perempuan korban kekerasan untuk berani lapor ke polisi

Mensos Juliari mendorong semua pihak untuk melipatgandakan upayanya meningkatkan kepekaan dan memastikan lingkungan di mana anak benar-benar tumbuh dan berkembang .– – “Mari kita perhatikan pemberitaan media yang melaporkan kekerasan terhadap anak hampir setiap hari. Saya menyerukan kepada semua partai politik, pemerintah, komunitas, termasuk orang tua, pendidik, tokoh masyarakat, cendekiawan dan semua pihak terkait, untuk memperkuat perlindungan dan menciptakan kondisi yang aman dan menguntungkan bagi pertumbuhan anak-anak, “katanya: Pembunuhan pengantin baru, penemuan Sexual Violence-N (14) Pelecehan Seksual Remaja oleh Satpam di Pusat Layanan Komprehensif Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Lampung (P2TP2A)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *