Banten TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan dalam hal ini angkutan laut melalui Kantor Otoritas Pelabuhan dan Otoritas Pelabuhan Banten Kelas I (KSOP), Pangkalan Pertahanan Pantai dan Penjaga Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Prouk Markas Besar) mengerahkan 3 patroli dari Sea and Coast Guard. (KPLP) Cari korban tenggelamnya KM. Kamis pekan lalu (18 Juni 2020) di Puspita Jaya di perairan Selat Da Ta.

Kapal patroli KPLP adalah KN. 333 dan KN. KSOP Banten dan KN 372. Trisula P.111 dari PLP Tanjung Priok bergabung dengan tim SAR tadi malam (19 Juni 2020) untuk melakukan pencarian dan penyelamatan korban kapal KM yang tenggelam. Puspita Jaya .

“Kami mendapat laporan bahwa setelah kapal motor Puspita Jaya tenggelam di perairan Selat Sunta pada Kamis (18/6/2020), tidak ditemukan 10 orang. 16 orang selamat dan 10 orang lainnya Masih mencari tim SAR gabungan, ‚ÄĚkata Victor Vikki Subroto, ketua tim nomor 1 Banten hari ini (Sabtu) (20/6/2020). — Dalam rangka membantu pencarian dan penyelamatan serta bergabung dengan tim SAR, Victor mengatakan bahwa timnya telah berkoordinasi dengan tim SAR untuk membantu menemukan korban kapal yang karam. Victor menjelaskan, dari Dermaga 6 hingga 40 WIB di perairan sepanjang selat. Menurut laporan penumpang yang berhasil diselamatkan, KM kapal tersebut. Puspita Jaya berangkat dari Teluk-Labuan menuju Rakata untuk mencari ikan dan sampai di perairan dekat Pulau Rakata. Kapal tersebut dihantam ombak sebelah kanan sehingga menyebabkan kapal terbalik. Victor (Victor)

Kapal patroli L KPLP KNP mengevakuasi 4 orang yang selamat RIB Basarnas mengevakuasi 372 orang dan 2 orang Victor menyimpulkan: “Untuk kami.” Tim SAR sedang mencari korban tenggelamnya kapal KM. Puspita Jaya adalah Basarnas Banten, TNI AL-Banten, Pairairud Banten, KSOP I Banten, Kodim Cilegon, PMI Cilegon dan ASDP Merak. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *